Category Archives: Ilmu saraf

TRAKTUS KORTIKOBULBAR

 Untuk mencapai otot tubuh, pusat perintah motorik di sistem saraf pusat harus melewati upper motor neuron dan bersinaps dengan lower motor neuron.

 Upper Motor Neuron (UMN) merupakan sistem descending yang menyalurkan impuls dari korteks motorik serebri ke kornu anterior dari medulla spinalis. UMN terdiri atas sistem piramidal dan ekstrapiramidal. Lower Motor Neuron (LMN) menyalurkan impuls dari kornu anterior medulla spinalis atau sel motor nervi kranialis ke motor end plate. LMN terdiri dari saraf-saraf kranial dan saraf-saraf spinal. Continue reading

Leave a comment

Filed under Ilmu saraf

Laporan Kasus Parkinson

PENDAHULUAN

 Sindrom parkinson adalah suatu sindrom yang ditandai oleh tremor waktu istirahat, rigiditas, bradikinesia dan hilangnya refleks postural akibat penurunan kadar dopamin dengan berbagai macam sebab. Parkinson disease adalah bagian dari sindroma parkinson yang secara patologis ditandai oleh degenerasi ganglia basalis terutama di substansia nigra pars compacta yang disertai adanya inklusi sitoplasmik eosinofilik (Lewy Bodies). Penyakit ini merupakan menyerang substansia nigra di mesensefalon, bersifat kronik, progresifitasnya rendah dan sering menyebabkan kelemahan yang pada akhirnya mempengaruhi pikiran dan kepribadian. Continue reading

Leave a comment

Filed under Ilmu saraf

LAPORAN KASUS KOMPLIKASI CEDERA KEPALA BERAT

 

PENDAHULUAN

Cedera Kepala Berat adalah Trauma mekanik terhadap kepala baik secara langsung ataupun tidak langsung yang menyebabkan gangguan fungsi neurologis yaitu gangguan fisik, kognitif, fungsi psikososial baik temporer maupun permanent dengan derajat kesadaran menurut skala koma gasgow < 9 yang menetap dalam 48 jam sesudah trauma, pingsan > 24 jam dan amnesia pasca trauma > 7 hari. Cedera kepala berat dapat menyebabkan fraktur tulang tengkorak, cedera nervus kranialis yang akan menimbulkan kelainan neurologik , hematoma subdural, hematoma epidural, dan meninggalkan “sequel” pasca trauma. Continue reading

Leave a comment

Filed under Ilmu saraf

Infeksi HIV AIDS pada SSP

PENDAHULUAN

Ensefalitis merupakan suatu proses peradangan/inflammasi pada jaringan otak. Ensefalitis pada infeksi HIV (Human  Immunodeficiency Virus) merupakan peradangan  pada parenkim otak akibat komplikasi dari infeksi  HIV, baik komplikasi primer oleh karena infeksi HIV itu sendiri ataupun komplikasi sekunder oleh  karena keadaan immunodefisiensi (infeksi opportunistik). AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) didefinisikan sebagai suatu sindrome atau kumpulan gejala penyakit dengan karakteristik defisiensi immun yang berat, dan merupakan manifestasi stadium akhir infeksi HIV.

Pada bulan Desember 2002, WHO (World Health Organization) memperkirakan sebanyak 42 juta penduduk mengidap HIV. Pada tahun 2002 dijumpai 5 juta penduduk yang baru terinfeksi dengan HIV dan 3,1 juta penduduk yang meninggal akibat HIV. Tanpa adanya upaya pencegahan global yang lebih efektif, diperkirakan antara tahun 2002 dan 2010, 45 juta penduduk akan terinfeksi oleh HIV. Di Indonesia, kasus pertama HIV/AIDS ditemukan pada tahun 1987 di Bali. Akan tetapi penyebaran HIV di Indonesia meningkat setelah tahun 1995. Dalam Laporan Eksekutif Menteri Kesehatan Republik Indonesia tentang ancamanHIV/AIDS di Indonesia (2002), dinyatakan bahwa pada tahun 2002, jumlah orang yang rawan tertular HIV di Indonesia diperkirakan antara 13 juta sampai 20 juta orang. Sedangkan jumlah orang dengan HIV/AIDS diperkirakan antara 90.000-130.000 orang.  Pada seluruh dunia, aktivitas heteroseksual merupakan cara penyebaran yang paling sering. Di Indonesia, sejak tahun 1999 infeksi HIV mulai terlihat pada para pengguna Narkotik suntikan (Injection Drug User/IUD). Pada tahun 1999 hanya 18% IDU yang dirawat di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta, terinfeksi HIV. Tetapi pada tahun 2000 meningkat cepat menjadi 40% dan pada tahun 2001 menjadi 48%. 
Continue reading

Leave a comment

Filed under Ilmu saraf

Infeksi Rabies pada SSP

PENDAHULUAN

Rabies juga disebut penyakit anjing gila merupakan penyakit infeksi akut pada susunan saraf pusat (otak) disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini merupakan kelompok penyakit zoonosa (zoonosi) yaitu penyakit infeksi yang ditularkan oleh hewan ke manusia melalui pajanan atau Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) yaitu anjing, kera, musang, anjing liar, kucing. 

Sebagian besar sumber penularan rabies ke manusiadi Indonesia, disebabkan oleh gigitan anjing yang terinfeksi rabies (98%), dan lainnya oleh kera dan kucing. Infeksi rabies pada hewan maupun pada manusia yang telah menunjukkan gejala dan tanda klinis rabies pada otak (Encephalomyelitis) berakhir dengan kematian. Hanya terdapat 1 (satu) penderita yang hidup di dunia.

Sekitar 150 negara di dunia telah terjangkit rabies, dan sekitar 55.000 orang meninggal karena rabies setiap tahun. Lebih dari 15 juta orang yang terpajan/digigit hewan penular rabies di dunia, yang terindikasi mendapatkan pengobatan profilaksis Vaksin Anti Rabies (VAR) untuk mencegah timbulnya rabies. Sekitar 40% dari orang yang digigit hewan penular rabies adalah anak anak di bawah usia 15 tahun.  Continue reading

Leave a comment

Filed under Ilmu saraf

Guillain Barre Syndrome

DEFINISI

          Guillain – Barre Syndrome (GBS) adalah suatu proses autoimun poliradikuloneuropati yang akut, progresif, dan biasanya fatal yang menyerang sistem saraf perifer, biasanya dicetuskan oleh proses infeksi akut. Kerusakan terjadi di radiks ventralis dan dorsalis yang reversibel dan menyeluruh. Walaupun seluruh radiks terkena tetapi yang berada di intumesensia sevikalis dan lumbosakralis paling berat mengalami kerusakan. Continue reading

1 Comment

Filed under Ilmu saraf

VERTIGO

  1. DEFINISI

Vertigo adalah sensasi berputar atau berpusing yang merupakan suatu gejala, penderita merasakan benda-benda di sekitarnya bergerak-gerak memutar atau bergerak naik-turun karena gangguan pada sistem keseimbangan. Vertigo bisa di sebabkan faktor fisiologis, misalnya berputar yang berlebihan, para astronot ketika berada di luar angkasa ketika melakukan gerakan sehingga kepalanya ada di dasar lantai pesawat padahal bila dilakukan di bumi dia tidak merasakan sensasi ini.Terjadinya vertigo ini bukan oleh suatu kelainan, tetapi justru oleh tidak adanya gaya gravitasi.(Arsyad soepardi efiaty dan Nurbaiti, 2002) Continue reading

Leave a comment

Filed under Ilmu saraf