Biopsi Testis (Penilaian Johnson)

Anatomi Testis

Dalam bahasa yunani testis disebut orchis. Testis secara anatomi merupakan bagian pars genital masculina interna. Testis berfungsi untuk menghasilkan spermatozoa dan juga sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon androgen yang berguna untuk mempertahankan tanda-tanda kelamin sekunder. Testis bersama tunica vaginalis propria terletak dalam cavum scroti, letak testis normal sebelah kiri lebih rendah jika dibandingkan dengan sebelah kanan.1 Continue reading

Leave a comment

Filed under Obstetri Ginekologi

Pompa Pemadam Kebakaran

Pendahuluan

Pemadam kebakaran (fire fighting) yang modern membutuhkan distribusi/penyaluran air dalam jumlah yang banyak dan pada tekanan yang tinggi. Pompa digunakan untuk mendistribusikan/menyalurkan air tersebut. Pengoperasian pompa pemadam memerlukan dasar perhitungan secara matematik. Petugas pemadam perlu mengetahui petunjuk dasar mengenai permasalahan pengoperasian pompa pemadam sebagai salah satu alat penyalur air. Continue reading

Leave a comment

Filed under Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Membawa ASIP dalam Penerbangan

Membawa ASIP dalam pesawat memang dimungkinkan sesuai aturan penerbangan sipil nasional dan internasional. Namun demikian, tetap ada ketentuan dan tips- tipsnya.
Berikut bahasan dari kacamata ketentuan hukum dan tips praktisnya.

Continue reading

Leave a comment

Filed under Ilmu Kesehatan Anak

Pedoman Kapan Susu Formula Boleh Digunakan Sesuai Pedoman WHO dan IDAI

‘Aduh ASI saya tidak cukup, sepertinya sudah waktunya diberikan susu formula…”
“Bayi saya sudah 6 bulan, sudah saatnya diberi tambahan susu formula kerena ASI tidak lagi mencukupi gizinya…”
Kalimat seperti ini sudah sering kita dengar. Bahkan tidak jarang anjuran untuk memberikan susu formula datang dari tenaga kesehatan, dengan alasan bahwa berat badan bayi sulit naik atau berada di bawah garis normal. Sebetulnya, kapan bayi harus diberi susu formula?

Continue reading

Leave a comment

Filed under Ilmu Kesehatan Anak

Inspeksi Keselamatan Kerja

Tujuan :

  • mencegah terjadinya kecelakaan kerja
  • mencegah terjadinya penyakit akibat kerja
  • mencegah terjadinya tindakan yang tidak aman dari pekerja
  • memelihara kelancaran proses produksi
  • meningkatkan produktivitas kerja
  • memelihara keamanan lingkungan kerja

Continue reading

Leave a comment

Filed under Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

PENANGANAN HELLP SYNDROME DAN DIC PADA PEB ATAU EKLAMSIA

PENANGANAN HELLP SYNDROME DAN DIC PADA PEB ATAU EKLAMSIA1

Salah satu komplikasi dari PEB Atau Eklamsia adalah terjadinya HELLP syndrome. Tahun 1982, Weinstein yang mengusulkan istilah ini yang merupakan singkatan dari hemolysis (H), elevated liver enzyme (EL), dan low platelets (LP) atau trombositopenia. HELLP syndrome dapat terjadi mulai kehamilan pertengahan trimester 2 sampai beberapa hari postpartum. Suatu data mengungkapkan 10% terjadi sebelum 27 minggu kehamilan, 20% sebelum 37 minggu dan terbanyak 70% antara 27-37 minggu. Continue reading

Leave a comment

Filed under Obstetri Ginekologi

Perubahan Fisiologi Mata Saat Kehamilan

  • Terjadi  penurunan tekanan intra ocular selama kehamilan ,terutama pada trimester ketiga, ini dihubungkan dengan meningkatnya aliran vitreus. Horven  menemukan bahwa tekanan intra ocular kembali ke  level sebelum kehamilan menjelang 2 bulan setelah kelahiran
  • Penurunan sensitivitas kornea dengan perubahan terbesar saat gestasi lanjut.
  • Peningkatan kecil pada ketebalan kornea yang disebabkan karena edema. Ini mengakibatkan banyak wanita hamil mengalami kesulitan dalam memakai kontak lensa yang sebelumnya dirasakan nyaman
  • Krukenberg spindles, bentukan merah kecoklatan padat pada permukaan posterior kornea. Pengaruh hormonal disangkakan sebagai meningkatnya pigmentasi ini.
  • Berkurangnya sementara akomodasi penglihatan pada kehamilan dan laktasi , fungsi visual tidak terganggu selama kehamilan
  • Adanya perburukan miopía pada kehamilan justru membaik pada post partum seperti pada keadaan sebelum kehamilan
  • Ukuran sensitivitas lapangan pandang meningkat bermakna secara signifikan pada lokasi retina temporal pada kehamilan lanjut
  • Rerata ambang sensitivitas lapangan pandang secara bermakna meningkat pada semua daerah retina
  • Perubahan pada aliran darah okular berhubungan dengan hormon sex wanita yang memainkan peran penting pada perbaikan pada kehamilan lanjut untuk wanita sehat.

 

Leave a comment

Filed under Ilmu Penyakit Mata