Penilaian awal dan Pengelolaan Trauma

I. Pendahuluan

Pengelolaan penderita yang terluka parah memerlikan penilaian yang cepat dan pengelolaan yang tepat guna menghindari kematian. Pada penderita trauma, waktu sangat penting, karena itu diperlukan adanya suatu cara yang mudah dilaksanakan. Proses ini dikenal sebagai Initial assesment (penilaian awal) dan meliputi : Continue reading

Leave a comment

Filed under Ilmu Bedah

Prinsip prinsip Resusitasi Neonatus

Mengapa belajar resusitasi ?

Asfiksia menyebabkan sekitar 19%  dari 5 juta kematian neonatus setiap tahun di seluruh dunia (WHO,1995). Sebagian besar bayi tidak mendapatkan resusitasi yang adekuat. oleh karena itu, luaran dari ribuan bayi baru lahir setiap tahun akan menjadi lebih baik dengan penyebaran tehnik resusitasi. Continue reading

Leave a comment

Filed under Ilmu Kesehatan Anak

TRAKTUS KORTIKOBULBAR

 Untuk mencapai otot tubuh, pusat perintah motorik di sistem saraf pusat harus melewati upper motor neuron dan bersinaps dengan lower motor neuron.

 Upper Motor Neuron (UMN) merupakan sistem descending yang menyalurkan impuls dari korteks motorik serebri ke kornu anterior dari medulla spinalis. UMN terdiri atas sistem piramidal dan ekstrapiramidal. Lower Motor Neuron (LMN) menyalurkan impuls dari kornu anterior medulla spinalis atau sel motor nervi kranialis ke motor end plate. LMN terdiri dari saraf-saraf kranial dan saraf-saraf spinal. Continue reading

Leave a comment

Filed under Ilmu saraf

Laporan Kasus Parkinson

PENDAHULUAN

 Sindrom parkinson adalah suatu sindrom yang ditandai oleh tremor waktu istirahat, rigiditas, bradikinesia dan hilangnya refleks postural akibat penurunan kadar dopamin dengan berbagai macam sebab. Parkinson disease adalah bagian dari sindroma parkinson yang secara patologis ditandai oleh degenerasi ganglia basalis terutama di substansia nigra pars compacta yang disertai adanya inklusi sitoplasmik eosinofilik (Lewy Bodies). Penyakit ini merupakan menyerang substansia nigra di mesensefalon, bersifat kronik, progresifitasnya rendah dan sering menyebabkan kelemahan yang pada akhirnya mempengaruhi pikiran dan kepribadian. Continue reading

Leave a comment

Filed under Ilmu saraf

Tuberkulosis Kutis

Tuberkulosis adalah penyakit infeksi granulomatosa kronis yang disebabkan oleh basil mikobakterium tuberkulosis. Jalan masuk kedalam tubuh biasanya melalui inhalasi, atau yang pada umumnya adalah dengan meminum susu sapi yang tidak dipasteurisasi. Tuberkulosis telah dan masih menjadi masalah kesehatan di dunia hingga saat ini.

Tuberkulosis kutis, seperti tuberkulosis paru, terutama di negara yang sedang berkembang. Insidensi di Indonesia kian menurun sejalan dengan menurunnya tuberkulosis paru. Hal itu tentu disebabkan oleh kian membaiknya keadaan ekonomi. Bentuk-bentuk yang dahulu masih terdapat sekarang telah jarang terlihat, misalnya tuberkulosis kutis papulonekrotika, tuberkulosis kutis gumosa, dan eritema nodusum. Continue reading

Leave a comment

Filed under ilmu penyakit kulit

LAPORAN KASUS KOMPLIKASI CEDERA KEPALA BERAT

 

PENDAHULUAN

Cedera Kepala Berat adalah Trauma mekanik terhadap kepala baik secara langsung ataupun tidak langsung yang menyebabkan gangguan fungsi neurologis yaitu gangguan fisik, kognitif, fungsi psikososial baik temporer maupun permanent dengan derajat kesadaran menurut skala koma gasgow < 9 yang menetap dalam 48 jam sesudah trauma, pingsan > 24 jam dan amnesia pasca trauma > 7 hari. Cedera kepala berat dapat menyebabkan fraktur tulang tengkorak, cedera nervus kranialis yang akan menimbulkan kelainan neurologik , hematoma subdural, hematoma epidural, dan meninggalkan “sequel” pasca trauma. Continue reading

Leave a comment

Filed under Ilmu saraf

Perlengkapan Instrumen Bedah

The basic instruments that every beginner surgeon should know are placed in four categories.

1.Cutting and Dissecting

2.Clamping and Occluding

3.Grasping and Holding

4.Retracting and Exposing Continue reading

Leave a comment

Filed under Ilmu Bedah