Category Archives: Obstetri Ginekologi

Biopsi Testis (Penilaian Johnson)

Anatomi Testis

Dalam bahasa yunani testis disebut orchis. Testis secara anatomi merupakan bagian pars genital masculina interna. Testis berfungsi untuk menghasilkan spermatozoa dan juga sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon androgen yang berguna untuk mempertahankan tanda-tanda kelamin sekunder. Testis bersama tunica vaginalis propria terletak dalam cavum scroti, letak testis normal sebelah kiri lebih rendah jika dibandingkan dengan sebelah kanan.1 Continue reading

Leave a comment

Filed under Obstetri Ginekologi

PENANGANAN HELLP SYNDROME DAN DIC PADA PEB ATAU EKLAMSIA

PENANGANAN HELLP SYNDROME DAN DIC PADA PEB ATAU EKLAMSIA1

Salah satu komplikasi dari PEB Atau Eklamsia adalah terjadinya HELLP syndrome. Tahun 1982, Weinstein yang mengusulkan istilah ini yang merupakan singkatan dari hemolysis (H), elevated liver enzyme (EL), dan low platelets (LP) atau trombositopenia. HELLP syndrome dapat terjadi mulai kehamilan pertengahan trimester 2 sampai beberapa hari postpartum. Suatu data mengungkapkan 10% terjadi sebelum 27 minggu kehamilan, 20% sebelum 37 minggu dan terbanyak 70% antara 27-37 minggu. Continue reading

Leave a comment

Filed under Obstetri Ginekologi

KORIOAMNIONITIS

Definisi dan Prevalensi

Korioamnionitis merupakan infeksi akut pada cairan ketuban, janin dan selaput korioamnion yang disebabkan oleh bakteri.1 Pada kehamilan cukup bulan, korioamnionitis didiagnosa pada sekitar 5% kehamilan.5 Korioamnionitis dihubungkan dengan ketuban pecah dini dan persalinan lama. Sekitar 25% infeksi intrauterin disebabkan oleh ketuban pecah dini. Makin lama jarak antara ketuban pecah dengan persalinan, makin tinggi pula resiko morbiditas dan mortalitas ibu dan janin. 1,2,3,4 Continue reading

Leave a comment

Filed under Obstetri Ginekologi

Asuh Persalinan Normal

Penyebab rasa nyeri pada persalinan

  • peregangan dari cerviks selama berdilatasi
  • iskemik dari dinding otot uterus selam persalinan
  • peregangan dari vagina dan perineum selama kala II

Continue reading

Leave a comment

Filed under Obstetri Ginekologi

ADAPTASI MATERNAL TERHADAP KEHAMILAN

 

  1. Perubahan Uterus
  2. Makroskopik
  • Pembesaran dari 70 gr dan volume 10 ml pada non gravid menjadi + 1100 gr dan 5-20 liter saat aterm.
  • Pembesaran uterus menyebabkan peregangan ligamen-ligamen sekitar pelvis sehingga dapat menimbulkan rasa nyeri.

Continue reading

Leave a comment

Filed under Obstetri Ginekologi

ANATOMI PELVIS  

 

TULANG PELVIS

Tulang pelvis terbentuk dari sakrum, coccygeus, dan sepasang tulang panggul (coxae, innominata) yang menyatu kedepan membentuk simfisis pubis. Sakrum dan coccygeus merupakan perpanjangan dari kolumna vertebra dan dihubungkan oleh sendi sakrococcygeus. Pada bagian anterior sacrum terdapat bagian yang menonjol yang disebut dengan promontorium1. Continue reading

Leave a comment

Filed under Obstetri Ginekologi

Induksi Persalinan

DEFINISI

Induksi persalinan adalah suatu tindakan yang dilakukan terhadap ibu hamil yang belum inpartu sehingga terjadi persalinan1. Induksi merupakan suatu intervensi buatan yang dilakukan untuk menimbulkan kontraksi uterus sehingga dapat terjadi pendataran dan pembukaan (dilatasi) serviks yang progresif yang berakhir dengan persalinan bayi yang dikandung. Continue reading

Leave a comment

Filed under Obstetri Ginekologi