Cacar Monyet (Human Monkey Pox)

zkpjeheojb1dhuljfida

Human Monkeypox (MPX) atau yang sering disebut cacar monyet merupakan penyakit Zoonosis atau penularan penyakit dari hewan ke manusia yang disebabkan oleh virus Monkeypox (MPX), sama seperti orthomyxovirus AI atau paramyxovirus ND. Continue reading

Penanganan Demam Berdarah Dengue tipe DSS

PENDAHULUAN
Dengue adalah penyakit dengan penyebaran oleh nyamuk tercepat di dunia. Dalam 50 tahun terakhir, insiden peningkatan ekspansi geografis ke negara-negara baru dan dari perkotaan ke pedesaan meningkat 30 kali lipat. Di Indonesia, di mana lebih dari 35%  penduduk hidup di daerah perkotaan, terdapat 150.000 kasus dilaporkan pada tahun 2007 (rekor tertinggi) dengan lebih dari 25.000 kasus dilaporkan dari Jakarta dan Jawa Barat. Tingkat fatalitas kasus adalah sekitar 1%. Laporan kasus kematian untuk wilayah tersebut sekitar 1%, namun di India, Indonesia dan Myanmar, wabah yang jauh dari daerah perkotaan dilaporkan kasus fatalitas sekitar 3-5%.

Penyakit demam berdarah dengue disebabkan oleh virus dengue. Virus dengue mempunyai 4 serotipe, yaitu Den 1, 2, 3 dan 4. Virus dengue dapat menyebabkan manifestasi klinis yang bermacam-macam dari asimtomatik sampai fatal. Demam dengue atau dengue fever (DF) merupakan manifestasi klinis yang ringan, sedang DBD atau dengue hemorrhagic fever/dengue shock syndrome (DHF/DSS) merupakan manifestasi klinis yang berat. Penelitian patogenesis sampai sekarang merupakan penelitian yang sangat menantang. Continue reading

Pemeriksaan golongan darah pada rambut

PENDAHULUAN
Rambut manusia memiliki potensi yang signifikan dalam ilmu forensik dan telah banyak digunakan dalam penyelidikan forensik. Peneliti percaya bahwa penggunaan rambut dapat mengaitkan tersangka terhadap korban atau tersangka / korban terhadap TKP terutama karena rambut dapat ditransfer dari tersangka kepada korban dan / atau sebaliknya selama kontak fisik. Jenis-jenis rambut, kondisi dan jumlah rambut yang ditemukan di TKP semuanya memiliki relevansi besar sebagai bukti dalam investigasi kriminal. Continue reading

Organ Reproduksi Pria Pada Kemampuan Hubungan Seksual

Fungsi seksual pria terdiri dari 4 komponen, yaitu: dorongan seksual, bangkitan seksual, orgasme, dan ejakulasi. Bangkitan seksual terutama berupa ereksi penis. Setiap gangguan pada salah satu komponen itu dapat menimbulkan disfungsi seksual. Disfungsi seksual pria dikelompokkan menjadi: 1) Gangguan dorongan seksual yang meliputi dorongan seksual hipoaktif dan gangguan aversi seksual; 2) Disfungsi ereksi; 3) Gangguan ejakulasi yang meliputi ejakulasi dini (rapid ejaculation) dan ejakulasi terhambat (retarded ejaculation); 4) Gangguan orgasme. Continue reading