Algoritma Tatalaksana Bradikardia (ACLS AHA 2015)

A. Pendahuluan
Bradikardi adalah denyut jantung kurang dari 60 kali per menit. Sedangkan bradikardi relatif adalah denyut jantung >60 kali per menit tapi masih kurang dari kondisi yang seharusnya. Misalnya pasien demam tinggi tapi dan jantungnya hanya 80 kali permenit, atau pasien syok denyut jantungnya hanya 70 kali per menit. Seorang atlet yang terlatih dan jantungnya biasanya kurang dari 60 kali per menit. Continue reading

Pemeriksaan Laboratorium Fecal Calprotectin Terkait IBD

535_2016_1182_Fig1_HTML

Calprotectin adalah protein dengan berat molekul 36 kD yang mengikat kalsium dan Zinc. Calprotectin pertama kali diisolasi dari granulosit pada tahun 1980 dan dinamai protein L1. Kebanyakan  Calprotectin berasal dari neutrofil dan monosit dengan aktivitas antimikroba dan antiproliferatif. Sekitar 60% protein total dalam fraksi sitosol granulosit neutrofil adalah Calprotectin. Penamaan Calprotectin ini berasal dari fakta bahwa Calprotectin  mengikat kalsium dan memiliki efek antimikroba. Calprotectin  dapat dideteksi pada sampel jaringan, cairan tubuh, feses, sehingga Calprotectin menjadi penanda aktivitas neutrofil yang potensial. Continue reading

Pedoman diagnosis dan penatalaksanaan Pneumonia di Indonesia

Secara klinis pneumonia didefinisikan sebagai suatu peradangan paru yang disebabkan oleh mikroorganisme (bakteri, virus, jamur, parasit). Pneuemonia yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis tidak termasuk. Sedangkan peradangan paru yang disebabkan oleh nonmikroorganisme (bahan kimia, radiasi, aspirasi bahan toksik, obat-obatan dan lain lain) disebut pneumonitis. Continue reading

Mekanisme Utama Pertahanan Paru

Mekanisme pertahanan paru sangat penting dalam menjelaskan terjadinya infeksi saluran napas. Paru mempunyai mekanisme pertahananan untuk mencegah bakteri agar tidak masuk ke dalam paru. Mekanisme pembersihan tersebut adalah :

1. Mekanisme pembersihan di saluran napas penghantar, melalui:
a. Reepitelisasi saluran napas
b. Aliran lendir pada permukaan epitel
c. Bakteri alamiah atau “epithelial cell binding site analog”
d. Faktor humoral lokal (IgA dan IgG)
e. Kompetisi mikroba setempat
f. Sistem transpor mukosilier
g. Refleks bersin dan batuk Continue reading