Pneumonia : Pedoman diagnosis dan penatalaksanaan di Indonesia

Secara klinis pneumonia didefinisikan sebagai suatu peradangan paru yang disebabkan oleh mikroorganisme (bakteri, virus, jamur, parasit). Pneuemonia yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis tidak termasuk. Sedangkan peradangan paru yang disebabkan oleh nonmikroorganisme (bahan kimia, radiasi, aspirasi bahan toksik, obat-obatan dan lain lain) disebut pneumonitis. Continue reading

Mekanisme Pertahanan Paru

Mekanisme pertahanan paru sangat penting dalam menjelaskan terjadinya infeksi saluran napas. Paru mempunyai mekanisme pertahananan untuk mencegah bakteri agar tidak masuk ke dalam paru. Mekanisme pembersihan tersebut adalah :

1. Mekanisme pembersihan di saluran napas penghantar, melalui:
a. Reepitelisasi saluran napas
b. Aliran lendir pada permukaan epitel
c. Bakteri alamiah atau “epithelial cell binding site analog”
d. Faktor humoral lokal (IgA dan IgG)
e. Kompetisi mikroba setempat
f. Sistem transpor mukosilier
g. Refleks bersin dan batuk Continue reading

Uji Fungsi Paru

Uji fungsi paru perlu dilakukan untuk menilai beratnya asma serta menilai hasil pengobatan. Pada pasien yang dirawat, pengukuran spirometri volume paksa (forced expiratory volume = FEV 1) lebih disukai daripada aliran ekspirasi puncak (peak expiratory flow rate = PEFR ). Akan tetapi pengukuran PEFR lebih praktis dilakukan pada pasien yang berobat jalan yang dapat dikerjakan di rumah bila diperlukan pemeriksaan berkala. Continue reading

Sulit Tidur / Insomnia pada Lansia

img_article

PENDAHULUAN
Perbedaan tidur dengan keadaan tidak sadar lainnya adalah pada keadaan tidur siklusnya dapat diprediksi dan kurang respon terhadap rangsangan eksternal. Tidur dapat berfungsi sebagai restorative, yaitu memperbaiki organ-organ di tubuh atau proses pengembalian energi.  Gangguan Tidur merupakan salah satu gejala yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu dari gangguan tidur tersebut adalah insomnia. Insomnia dapat mengakibatkan efek buruk bagi kesehatan dan kualitas hidup. Menurut studi epidemiologi dari insomnia, chronic insomnia mengenai sekitar 9-12% populasi di dunia. Insomnia dapat terjadi pada setiap umur, tetapi lebih sering terjadi pada umur 65 tahun ke atas. Sekitar 40-50% usia geriatri mengalami insomnia dan prevalensinya lebih besar terjadi pada wanita daripada laki laki. Continue reading