Category Archives: ilmu penyakit kulit

SKIN PRODUCT FOR DRY SKIN, NORMAL SKIN AND GREASY SKIN

PENDAHULUAN
Kulit merupakan organ terbesar tubuh, dengan berat± 16% dari berat badan (BB), dan luas permukaan 1,8 m2, memproteksi seseorang terhadap lingkungan, dan pada saat yang bersamaan melakukan interaksi dengan lingkungan, susunan yang terintegrasi dari sel,
jaringan, dan matriks yang sesuai dengan fungsinya, seperti pertahanan permeabilitas fisikterhadap agen infeksi, radiasi ultraviolet, berperan dalam pengaturan suhu, alat sensasi, proses penyembuhan luka dan regenerasi, serta penampilan fisik. Organ ini terdiri dari tiga lapisan, yaitu epidermis, dermis dan subkutis (hypodermis), dengan variasi morfologis daerah anatomi, dan usia serta fungsinya. Apendiks kulit terdiri dari rambut, kuku, kelenjar sebasea,ekrin dan apokrin.

Continue reading

Advertisements

Leave a comment

Filed under ilmu penyakit kulit, tropikal infeksi

Tuberkulosis Kutis

Tuberkulosis adalah penyakit infeksi granulomatosa kronis yang disebabkan oleh basil mikobakterium tuberkulosis. Jalan masuk kedalam tubuh biasanya melalui inhalasi, atau yang pada umumnya adalah dengan meminum susu sapi yang tidak dipasteurisasi. Tuberkulosis telah dan masih menjadi masalah kesehatan di dunia hingga saat ini.

Tuberkulosis kutis, seperti tuberkulosis paru, terutama di negara yang sedang berkembang. Insidensi di Indonesia kian menurun sejalan dengan menurunnya tuberkulosis paru. Hal itu tentu disebabkan oleh kian membaiknya keadaan ekonomi. Bentuk-bentuk yang dahulu masih terdapat sekarang telah jarang terlihat, misalnya tuberkulosis kutis papulonekrotika, tuberkulosis kutis gumosa, dan eritema nodusum. Continue reading

Leave a comment

Filed under ilmu penyakit kulit

Prurigo Hebra

 

PENDAHULUAN

Prurigo ialah erupsi makulopular kronik dan rekurens. Terdapat berbagai macam prurigo, yang tersering terlihat ialah prurigo Hebra. Disusul oleh prurigo no­dularis. Sedangkan yang lain jarang dijumpai. Istilah prurigo menunjuk pada suatu lesi kulit sangat gatal yang sampai kini belum diketahui penyebab pastinya. Penyakit ini biasanya dianggap sebagai salah satu penyakit kulit yang paling gatal dan lesinya dapat diikuti dengan timbulnya penebalan dan hiperpigmentasi pada kulit tersebut. Continue reading

Leave a comment

Filed under ilmu penyakit kulit

Dermatofitosis

DEFINISI

Dermatofitosis adalah penyakit pada jaringan yang mengandung zat tanduk, misalnya stratum korneum pada epidermis, rambut, dan kuku, yang disebabkan golongan jamur dermatofita.

SINONIM

Tinea, ringworm, kurap, teigne, herpes sirsinata

ETIOLOGI

Dermatofita adalah jamur yang menyebabkan dermatofitosis. Golongan jamur ini mempunyai sifat mencernakan keratin. Dermatofita termasuk kleas Fungi imperfecti, yang terbagi dalam 3 genus, yaitu Microsporum, Trichophyton, dan Epidermophyton. Ketiga genus ini mempunyai sifat keratofilik. Continue reading

Leave a comment

Filed under ilmu penyakit kulit

Dermatitis Kontak Alergi

PENDAHULUAN

Dermatitis kontak alergi (DKA) adalah peradangan kulit yang terjadi setelah kulit terpajan dengan bahan alergen melalui proses hipersensitivitas tipe lambat. Terjadinya DKA sangat tergantung dari kemampuan suatu bahan untuk mensensitisasi, tingkat paparan dan kemampuan masuknya bahan tersebut dalam kulit, oleh karena itu seseorang dapat terkena DKA apabila terjadi sensitisasi terlebih dahulu oleh bahan alergenik. Continue reading

Leave a comment

Filed under ilmu penyakit kulit

BERBAGAI PENYAKIT KULIT YANG TERJADI AKIBAT REAKSI OBAT DENGAN MANIFESTASI BERUPA ERITEMA, EDEMA & KRUSTA DAN PENATALAKSANAANNYA

Belum didapatkan angka kejadian yang tepat terhadap kasus erupsi alergi obat, tetapi berdasarkan data yang berasal dari rumah sakit, studi epidemiologi, uji klinis terapeutik obat dan laporan dari dokter, diperkirakan kejadian alergi obat adalah 2% dari total pemakaian obat-obatan atau sebesar 15-20% dari keseluruhan efek samping pemakaian obat-obatan. Continue reading

Leave a comment

Filed under ilmu penyakit kulit

MORBUS HANSEN (KUSTA/LEPRA)

DEFINISI

  • Penyakit infeksi kronik o/ Mycobacterium leprae, (bersifat intraselular obligat, tahan asam dan alkohol serta gram positif).
  • Saraf perifer sebagai afinitas pertama, lalu kulit dan traktus respiratorius bagian atas, organ lain kec SSP.

Continue reading

2 Comments

Filed under ilmu penyakit kulit