Laporan Kasus Parkinson

PENDAHULUAN
Sindrom parkinson adalah suatu sindrom yang ditandai oleh tremor waktu istirahat, rigiditas, bradikinesia dan hilangnya refleks postural akibat penurunan kadar dopamin dengan berbagai macam sebab. Parkinson disease adalah bagian dari sindroma parkinson yang secara patologis ditandai oleh degenerasi ganglia basalis terutama di substansia nigra pars compacta yang disertai adanya inklusi sitoplasmik eosinofilik (Lewy Bodies). Penyakit ini merupakan menyerang substansia nigra di mesensefalon, bersifat kronik, progresifitasnya rendah dan sering menyebabkan kelemahan yang pada akhirnya mempengaruhi pikiran dan kepribadian. Continue reading

Advertisements

Gangguan Ekstrapiramidal pada Parkinson

1200px-Spinal_cord_tracts_-_English.svgSTRUKTUR PENYUSUN SISTEM EKSTRAPIRAMIDAL
Gerakan volunter dipengaruhi oleh interaksi sistem piramidal, ekstrapiramidal, dan serebelum. Sistem ekstrapiramidal meliputi :

  • Basal ganglia : nucleus caudatus, putamen, globus pallidus.
  • Substansia nigra
  • Nucleus rubra

NEUROFARMAKOLOGI
Pada penelitian telah dibuktikan bahwa obat–obatan seperti reserpin dan fenotiazin dapat menimbulkan sindrom ekstrapiramidal yang dapat dijelaskan berdasarkan adanya neurotransmiter.

   Neurotransmiter merupakan zat yang disintesis dan disimpan di presinaptik dan dapat dilepaskan ke dalam sinaptik gap bila mendapatkan stimulus yang adekuat. Pada saat dilepaskan neurotransmiter tersebut dapat bereaksi dengan reseptor khususnya yang berada pada neuron postsinaps. Beberapa neurotransmiter tersebut antara lain : acetylcholine, dopamin, gamma aminobutyric acid, serotonin, dan glutamat. Continue reading