Membawa ASIP dalam Penerbangan

Membawa ASIP dalam pesawat memang dimungkinkan sesuai aturan penerbangan sipil nasional dan internasional. Namun demikian, tetap ada ketentuan dan tips- tipsnya.
Berikut bahasan dari kacamata ketentuan hukum dan tips praktisnya.

r
Aturan penerbangan internasional
Aturan penerbangan internasional membatasi penumpang membawa cairan, yaitu tidak boleh lebih dari 3 ounces atau sekitar 90 mililiter. Namun untuk ASI, aturannya berbeda. Amerika Serikat melalui TSA (Transportation Security Administration atau Badan Keamanan Transportasi), menerbitkan aturan:
  • Ibu yang terbang dengan atau tanpa anak dibolehkan membawa ASI/susu formula/jus dalam jumlah lebih dari 90 mililiter, asal dilaporkan dulu (declared) di pabean.
  • ASI maupun susu formula boleh dibawa di tas jinjing atau tas lainnya. Prosedur pemeriksaannya sama dengan barang-barang lain, yaitu melalui pemeriksaan sinar X, pabean dan boleh dibawa ke kabin. Anda dan anak tidak akan diminta untuk mengetes ASI atau susu formula.
  • Pisahkan ASI atau susu formula tersebut dari cairan lain (gel, aerosol, cairan). Simpan di dalam tas berukuran 1 liter yang memiliki ritsleting di bagian atas.
Aturan maskapai Nasional
Berdasarkan peraturan Dirjen Perhubungan Udara nomor SKEP/43/III/2007 tentang Penanganan Cairan, Aerosol dan Gel (Liquid, Aerosol, Gel) yang dibawa penumpang ke dalam kabin pesawat udara pada penerbangan internasional, tersebut dalam pasal 3 ayat 2 bahwa obat-obatan medis, makanan/minuman/susu bayi, dan makanan/minuman penumpang untuk program diet khusus tidak usah diperlakukan seperti membawa cairan, aerosol dan gel (harus dimasukkan ke satu kantong plastik transparan ukuran 30 cm x 40 cm dengan kapasitas cairan maksimum 1.000 ml atau 1 satu liter dan disegel). Jadi, silakan membawa ASI perah ke dalam kabin tanpa dibatasi.
Jangan lupa, untuk penerbangan domestik dan internasional harus melaporkan juga ice pack di dalam cooler box ke petugas pabean saat check-in. Bilaice-pack tidak boleh dibawa, karena kemungkinan akan mencair setelah lewat batas waktu, sampaikan ke petugas pabean atau kru pesawat Anda akan menitipkan ASI perah di lemari pendingin pesawat.
Ada baiknya jika Ibu bisa cetak dulu ketentuan-ketentuan tersebut dan pastikan ke maskapai penerbangan yang akan Ibu gunakan mengenai hal ini. Karena,seringkali maskapai berkelit tidak mengizinkan membawa ASI Perah ini jika bayi tidak ikut dalam penerbangan
Tips membawa ASI perah di dalam pesawat
Selain aturan-aturan membawa ASI dalam pesawat terbang, Anda perlu perhatikan juga teknik memerah ASI di dalam pesawat atau menyimpan ASI perah dalam kabin.
  • Simpan ASI perah di cooler box atau cooler bag dengan beberapa ice pack untuk menjaga. Jangan lupa tempelkan tulisan “BREASTMILK”dan “FRAGILE” di cooler bag atau cooler box agar petugas selalu tahu bahwa itu adalah ASIP sehingga akan mendapatkan perlakuan yang baik. Ketahanan optimal ASIP dalam cooler bag atau cooler box adalah 1:1 (satu icepack untuk 1 botol atau kantong ASIP). Bawa dan letakkan pompa ASI di tas yang Anda bawa ke kabin. Ingat bahwa cooler box lebih baik insulator panasnya dari cooler bag. Jadi jika perjalanan Anda cukup panjang, gunakan cooler box ya.
  • Cooler box ditutup rapat, boleh diberi lakban dengan rapat, sehingga kondisi ASI tetap segar sampai kembali ke rumah.
  • Bila tidak membawa ice pack, titipkan ASI perah di lemari pendingin di kabin.
  • Simpan ASIP dalam botol plastik atau plastik ASIP bila khawatir botol kaca pecah
Tips Menyusui/Memerah dalam Perjalanan
Jika dapat bepergian bersama bayi, tentunya peralatan menyusui yang harus disiapkan tidaklah banyak. Ibu cukup menyediakan apron (celemek menyusui), pashmina atau kerudung untuk menutupi payudara ketika menyusui. Peralatan yang lain yang harus dibawa tentu saja perlengkapan bayi, seperti popok ganti, baju ganti, selimut, dll.
Agar kegiatan menyusui dapat berlangsung lancar dan nyaman, akan lebih baik jika ibu menyusui menggunakan bra dan baju menyusui yang mudah dibuka/tutup selama bepergian. Gunakan baju yang dapat melindungi bagian-bagian privasi tubuh kita agar tetap merasa nyaman meski ketika terpaksa harus menyusui/memerah ASI di tempat umum sekalipun.
Jika ibu bepergian bersama bayi menggunakan pesawat terbang, akan baik sekali jika ibu menyusui selama take off dan landing. Hal ini akan membuat bayi nyaman terhadap perubahan tekanan udara di kabin yang sering menyebabkan telinga sakit/berdengung.
Ketika ibu tidak bersama bayi ketika bepergian menggunakan pesawat terbang, kegiatan memerah ASI dapat tetap dilakukan di tempat duduk dengan menggunakan apron, atau menggunakan kabin pramugari untuk memerah ASI.
Sumber : AIMI/LPM
Advertisements

Leave a comment

Filed under Ilmu Kesehatan Anak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s