Asuh Persalinan Normal

Penyebab rasa nyeri pada persalinan

  • peregangan dari cerviks selama berdilatasi
  • iskemik dari dinding otot uterus selam persalinan
  • peregangan dari vagina dan perineum selama kala II

  Hal- hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri

Hal penting pada persalinan adalah menghilangkan perasaan khawatir  dan memberikan dukungan terhadap ibu tersebut. Ini dapat meliputi :

  • relaksasi
  • perbahan posisi dan gerakan
  • masase untuk melokalisir nyeri di punggung bawah, paha dan pinggul
  • mendengarkan musik
  • mandi air hangat
  • terapi alami seperti akupunktur , aromaterapi, penggunaan bahab tumbuhan, hipnotherapi dan dukungan bantuan
  • TENS ( Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation)

Merupakan sebuah alat yang mengirimkan impuls elektrik dalm jumlah kecil dari 4 elektrode ke punggung wanit terebut. . Pasien mengatur kekuatan impuls dengan memutar tombol sesuai dengan yang diinginkan . Ia mengurangi nyeri dengan memanipulasi sensasi nyeri  ke otak dan meningkatkan produksi endorphin wanita tersebut

 HAL-HAL YANG HARUS DILAKUKAN SELAMA KALA II PERSALINAN

Persiapan Penolong persalinan

Menerapkan upaya pencegahan infeksi yaitu

  • Memakai sarung tangan
  • Perlengkapan pelindung pribadi
  • Persiapan tempat peralatan dan bahan
  • Persiapan untuk tempat dan lingkungan bayi

Persiapan ibu dan keluarga

Asuhan sayang ibu

  • Anjurkan keluarga untuk mendampingi ibu selama persalinan dan kelahiran
  • Anjurkan keluarga untuk terlibat dalam asuhan ibu
  • Berikan dukungan dan semangat pada ibu dan anggota keluarganya
  • Tentramkan hati ibu selam kala II persalinan
  • Bantu ibu memilih posisi yang nyaman saat meneran
  • Saat pembukaan lengkap jelaskan ibu hanya meneran jika ada dorongan kuat untuk meneran . jangan menganjurkan ibu untuk meneran berkepanjangan dan menahan napas . anjurkan untuk beristirahat diantara kontraksi
  • Anjurkan ibu minum selama kala II persalinan
  • Jelaskan setiap tindakan yang dilakukan pada ibu dan alasannya

Bersihkan perineum ibu

Untuk upaya pencegahan infeksi dengan membersihkan mulai dari anterior vulva hingga rectum untuk mencegah kontaminasi tinja

Pengosongan kandung kemih

           Anjurkan untuk berkemih setidaknya tiap 2 jam  atau lebih sering atau bila kandung kemih terasa penuh . Karena kandung kemih yang penuh dapat menghalangi turunnya kepala . hal ini akan menambah rasa sakit , kesulitan melahirkan plasenta  perdarahn pasca persalinan  dan menghambat penatalaksaan distosia bahu.

Amniotomi

Jika selaput ketuban belum pecah dan pembukaan telah lengkap lakukan amniotomi. Perhatikan warna air ketuban saat dilakukan amniotomi. Jika ada pewarnaan mekonium pada air ketuban perlu antisipatif untuk melahirkan bayi dengan cairan ketuban yang mengandung mekonium

Penatalaksanaan Fisiologi Kala Dua Persalinan

Saat pembukaan sudah lengkap, anjurkan ibu untuk meneran sesuai dengan dorongan alamiahnya, dan beristirahat di antara kontraksi. Jika diinginkan, ibu dapat mengubah posisinya. Posisi berdiri atau jongkok, dapat mempersingkat kala dua persalinan. Biarkan ibu untuk mengeluarkan suara selama persalinan dan proses kelahiran berlangsung.

Memulai Meneran

Mendiagnosis kala dua persalinan dan memulai meneran:

  • Cuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir.
  • Pakai satu sarung tangan disinfeksi tingkat tinggi.
  • Jelaskan pada ibu bahwa akan dilakukan pemeriksaan dalam.
  • Lakukan pemeriksaan dalam secara hati-hati.
  • Jika pembukaan belum lengkap, tenteramkan ibu dan bantu ibu mendapatkan posisi yang lebih nyaman.
  • Jika ibu merasa ingin meneran tapi pembukaan serviks belum lengkap, berikan semangat dan anjurkan ibu untuk bernapas cepat, atau bernapas biasa dalam setiap kontraksi.
  • Jika pembukaan sudah lengkap dan ibu merasa ingin meneran, bantu ibu untuk mengambil posisi yang nyaman untuk meneran.
  • Jika pembukaan sudah lengkap tapi ibu tidak ada dorongan untuk meneran, bantu ibu mengambil posisi yang nyaman atau biarkan ibu berjalan-jalan.
  • Jika ibu tidak merasa ingin meneran setelah pembukaan lengkap selama 60 menit, anjurkan ibu untuk mulai meneran pada saat puncak setiap kontraksi.

Memantau Selama Penatalaksanaan Kala Dua Persalinan

Periksa dan catat:

  • Nadi ibu setiap 30 menit
  • Frekuensi dan lama kontraksi setiap 30 menit
  • DJJ setiap selesai meneran
  • Penurunan kepala bayi melalui pemeriksaan abdomen (pemeriksaan luar) setiap 30 menit dan pemeriksaan dalam setiap 60 menit atau kalau ada indikasi
  • Warna cairan ketuban jika selaputnya sudah pecah (jernih atau bercampur mekonium atau darah)
  • Apakah ada presentasi majemuk (misalnya tangan) atau tali pusat berada di samping atau di atas kepala
  • Putaran paksi luar segera setelah kepala bayi lahir
  • Adanya kehamilan kembar yang tidak diketahui sebelumnya (setelah bayi pertama lahir)
  • Semua pemeriksaan dan intevensi yang dilakukan pada catatan persalinan

Posisi Ibu Saat Meneran

Bantu ibu untuk memperoleh posisi yang paling nyaman baginya. Ibu dapat berganti posisi secara teratur selama kala dua persalinan karena hal ini seringkali mempercepat kemajuan persalinan. Ibu mungkin merasa dapat meneran secara lebih efektif pada posisi tertentu.

Posisi duduk atau setengah duduk seringkali nyaman bagi ibu dan ia bisa beristirahat dengan mudah di antara kontraksi jika merasa lelah. Keuntungan dari kedua posisi ini adalah memudahkan melahirkan kepala bayi.

1Gambar : Jongkok atau berdiri

Jongkok atau berdiri (Gambar di atas) dapat membantu mempercepat kemajuan kala dua persalinan dan mengurangi rasa nyeri yang hebat.

2 Gambar : Merangkak atau berbaring miring ke kir

Ibu mungkin menemukan bahwa merangkak atau berbaring miring ke kiri (Gambar di atas) bisa lebih nyaman dan lebih efektif baginya untuk meneran. Kedua posisi tersebut mungkin baik jika ada masalah bagi bayi yang akan berputar ke posisi oksiput anterior. Merangkak seringkali merupakan posisi yang baik bagi ibu yang mengalami nyeri punggung saat persalinan. Berbaring miring ke kiri seringkali merupakan posisi yang baik bagi ibu jika kelelahan karena ibu bisa beristirahat dengan mudah di antara kontraksi. Posisi ini juga bisa membantu mencegah laserasi perineum.

Cara Meneran

  • Anjurkan ibu untuk meneran sesuai dengan dorongan alamiahnya selama kontraksi.
  • Jangan anjurkan untuk menahan napas pada saat meneran.
  • Anjurkan ibu untuk berhenti meneran dan beristirahat di antara kontraksi.
  • Jika ibu berbaring miring atau setengah duduk, ibu mungkin merasa lebih mudah untuk meneran jika ia menarik lutut ke arah dada dan menempelkan dagu ke dada.
  • Anjurkan ibu untuk tidak mengangkat bokong saat meneran.
  • Jangan melakukan dorongan pada fundus untuk membantu kelahiran bayi. Dorongan pada fundus meningkatkan distosia bahu dan ruptura uteri. Cegah setiap anggota keluarga yang mencoba melakukan dorongan pada fundus.

Kelahiran Bayi

Posisi Ibu Saat Melahirkan

Perbolehkan ibu untuk mencari posisi apapun yang nyaman baginya, tapi ibu tidak boleh melahirkan bayi pada posisi berbaring telentang (supine position).

Pencegahan Laserisasi

Kelahiran kepala yang terkendali dan perlahan memberikan waktu pada jaringan vagina dan perineum untuk melakukan penyesuaian dan akan mengurangi kemungkinan terjadinya robekan. Saat kepala mendorong vulva dengan diameter 5-6 cm, bimbing ibu untuk meneran dan berhenti untuk beristirahat atau bernapas dengan cepat.

Episiotomi rutin tidak boleh dilakukan karena dapat menyebabkan:

  • Meningkatnya jumlah darah yang hilang dan risiko hematoma.
  • Lebih sering meluas menjadi laserasi derajat tiga atau empat dibandingkan dengan laserasi derajat tiga atau empat yang terjadi tanpa episiotomi.
  • Meningkatnya nyeri pasca persalinan.
  • Meningkatnya risiko infeksi.

Melahirkan Kepala

Saat kepala bayi mendorong atau membuka vulva sekitar 5-6 cm, letakkan kain atau handuk bersih di atas perut ibu untuk mengeringkan bayi segera setelah bayi lahir. Letakkan kain bersih dan kering yang dilipat 1/3-nya di bawah bokong ibu. Lindungi perineum dengan satu tangan (di bawah kain bersih dan kering) dan letakkan tangan yang lain pada kepala bayi. Berikan tekanan yang lembut dan tidak keras pada kepala bayi dengan menggunakan tangan lainnya dan biarkan kepala bayi keluar secara bertahap di bawah tangan tersebut.

Jangan melakukan penghisapan secara rutin pada mulut dan hidung bayi; sebagian besar bayi yang sehat tidak memerlukan penghisapan, karena bayi normal dapat membersihkan jalan napasnya sendiri. Tapi jika cairan ketuban mengandung mekonium, lakukan penghisapan secara hati-hati pada mulut dan hidung bayi dengan menggunakan kateter penghisap lendir De Lee.

Periksa Tali Pusat Pada Leher

Setelah kepala bayi lahir, minta ibu untuk berhenti meneran dan bernapas cepat. Raba leher bayi apakah ada lilitan tali pusat. Jika lilitan tali pusat longgar di leher bayi, lepaskan melewati kepala bayi. Jika tali pusat melilit leher bayi dengan erat, klem di dua tempat dan potong tali pusat di antara 2 klem tersebut.

Melahirkan Bahu

  • Setelah menyeka mulut dan hidung bayi hingga bersih dan memeriksa tali pusat, tunggu hingga terjadi kontraksi berikutnya dan awasi rotasi spontan kepala bayi.
  • Setelah rotasi eksternal, letakkan satu tangan pada masing-masing sisi kepala bayi dan beritahukan pada ibu untuk meneran pada kontraksi berikutnya.
  • Lakukan tarikan perlahan ke arah bawah dan luar secara lembut (ke arah tulang punggung ibu) hingga bahu anterior tampak di bawah arkus pubis.
  • Angkat kepala bayi ke arah atas dan luar (mengarah ke langit-langit) untuk melahirkan bahu posterior bayi.

Melahirkan Sisa Tubuh Bayi

  • Saat bahu posterior lahir, selipkan tangan pada bagian bawah (posterior) kepala bayi ke arah perineum dan biarkan bahu dan bagian tangan bayi lahir ke tangan yang ini.
  • Gunakan jari-jari tangan yang sama untuk mengendalikan kelahiran siku dan tangan pada sisi posterior bayi pada saat melewati perineum.
  • Gunakan tangan yang berada di belakang (posterior) untuk menahan tubuh bayi saat lahir.
  • Gunakan tangan bagian depan (anterior) untuk melahirkan bahu anterior dan untuk mengendalikan kelahiran siku dan tangan anterior bayi.
  • Setelah kelahiran tubuh dan lengan, sisipkan tangan bagian depan (anterior) di punggung bayi ke arah bokong dan kaki bayi untuk menahan laju kelahiran bayi saat kaki lahir.
  • Sisipkan jari telunjuk dari tangan yang sama di antara kaki bayi, pegang dengan mantap bagian mata kaki bayi dan baru lahirkan kakinya secara hati-hati.
  • Baringkan bayi di atas kain atau handuk yang terletak di perut ibu sehingga kepala bayi sedikit lebih rendah dari tubuhnya.
3
Gambar : Melahirkan tubuh bayi


Mengeringkan dan Merangsang Bayi

Segera keringkan dan rangsang bayi dengan kain atau selimut di atas perut ibu. Pastikan bahwa bagian kepala bayi tertutup dengan baik.

Memotong Tali Pusat

Dengan menggunakan klem disinfeksi tingkat tinggi atau steril, klem tali pusat 3 cm dari pusat bayi. Lakukan pengurutan pada tali pusat dari klem ini ke arah ibu (hal ini akan mencegah darah menyemprot pada saat tali pusat dipotong) dan kemudian pasang klem kedua pada sisi ibu 2 cm dari klem pertama. Pegang tali pusat di antara kedua klem tersebut (dengan satu tangan) untuk melindungi bayi. Gunakan tangan lain untuk memotong tali pusat di antara kedua klem tersebut dengan menggunakan gunting disinfeksi tingkat tinggi atau steril. Setelah memotong tali pusat, ganti handuk yang telah basah dan selimuti bayi dengan selimut atau kain bersih dan kering. Pastikan bahwa kepala bayi terselimuti dengan baik

BAHAN RUJUKAN

  1. Cuningham, FG et al . Obstetrical Anesthesia. In Williams obstetrics 22nd edition,2005 : 475-476
  2. O Reilly Bary et al . pain relief in labor in Obstetrics and Gynaecology, 2005 :352-353
  3. Departemen  kesehatan RI .Asuhan persalinan normal, Jakarta 2004 : 3.1-3.17
Advertisements

Leave a comment

Filed under Obstetri Ginekologi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s