Prinsip prinsip Resusitasi Neonatus

Mengapa belajar resusitasi ?

Asfiksia menyebabkan sekitar 19%  dari 5 juta kematian neonatus setiap tahun di seluruh dunia (WHO,1995). Sebagian besar bayi tidak mendapatkan resusitasi yang adekuat. oleh karena itu, luaran dari ribuan bayi baru lahir setiap tahun akan menjadi lebih baik dengan penyebaran tehnik resusitasi.

Bayi manakah yang memerlukan tindakan resusitasi ?

kira-kira 10% bayi baru lahir memerlukan bantuan untuk memulai pernapasan saat lahir dan kurang lebih 1% memerlukan resusitasi yang ekstensif (lengkap) untuk kelangsungan hidupnya. sebaliknya, sekitar 90% bayi baru lahir mengalami transisi dari kehidupan intrauterin ke ekstrauterin tanpa masalah. Kelompok ini hanya memerlukan sedikit atau tidak memerlukan bantuan untuk memulai pernapasan spontan dan teratur dan menyelesaikan transisi pola aliran darah janin ke bayi baru lahir.

Tindakan ABC resusitasi sama pada bayi maupun orang dewasa. Pastikan bahwa jalan napas terbuka dan bersih. Pastikan bahwa terjadi pernapasan, baik spontan maupun dengan bantuan. Pastikan bahwa sirkulasi darah yang teroksigenasi sudah adekuat. Bayi baru lahir biasanya dalam keadaan basah dan akan kehilangan panas dengan cepat. Oleh karena itu, penting untuk mempertahankan suhu tubuh selama resusitasi.

WIN_20151130_193107 (2)

Bagaimana bayi memperoleh oksigen sebelum lahir ?

Oksigen sangat penting untuk kehidupan sebelum dan sesudah persalinan. Sebelum lahir, seluruh oksigen yang dibutuhkan janin diberikan melalui mekanisme difusi melalui plasenta yang berasal dari ibu ke darah janin.

Sebelum lahir hanya sebagian kecil darah janin dialirkan ke paru janin. Paru janin tidak berfungsi sebagai sumber oksigen atau jalan untuk mengeluarkan karbondioksida. Oleh karena itu, aliran darah paru tidak penting untuk mempertahankan oksigenasi janin yang normal dan keseimbangan asam basa. Paru janin berkembang di dalam uterus, akan tetapi lveoli di paru janin masih terisi oleh cairan, bukan udara. Di samping itu, pembuluh arteriol yang ada di dalam paru janin mengalmi konstriksi sehingga tekanan oksigen (pO2) parsial rendah.

WIN_20151130_195242 (2)

Sebelum lahir, hampir seluruh darah dari jantung kanan tidak dapat melalui paru karena konstriksi pembuluh darah janin. Karena itu, hampir seluruh darah melalui pembuluh yang bertekanan lebih rendah yaitu duktus arteriosus kemudian masuk ke aorta.

Setelah lahir, bayi tidak lagi berhubungan dengan plasenta dan akan segera bergantung pada paru sebagai sumber utama oksigen. Karena itu, dalam beberapa saat cairan paru harus diserap dari alveoli, setelah itu paru harus terisi udara yang mengandung oksigen dan pembuluh darah di paru harus berelaksasi untuk meningkatkan aliran ke alveoli, oksigen diserap untuk diedarkan ke seluruh tubuh.

Apa yang biasanya terjadi pada kelahiran sehingga bayi mendapatkan oksigen dari paru paru ?

Secara normal, ada tiga perubahan besar sesaat setelah lahir :

  1. Cairan alveoli akan diserap ke dalam jaringan paru dan alveoli akan berisi udara. Karena dalam udara mengandung oksigen 21% maka pengisian alveoli oleh udara akan memnungkinkan oksigen mengalir ke dalam pembuluh darah di sekitar alveoli.
  2. Arteri dan vena umbilikalis akan menutup dan dijepit. Hal ini akan menurunkan tahanan pada sirkulasi plasenta dan meningkatkan tekanan darah sistemik.
  3. Akibat tekanan udara dan peningkatan kadar oksigen di alveoli,  pembuluh darah paru akan mengalami relaksasi sehingga tahanan terhadap aliran darah berkurang. Keadaan relaksasi ini bersama dengan peningkatan tekanan darah sistemik, menyebabkan tekanan pada arteri pulmonalis lebih rendah dibandingkan dengan tekanan sistemik dan akan meningkatkan aliran darah paru secara dramatik dan menurunkan aliran pada duktus arteriosis. Oksigen yang diabsorbsi di alveoli oleh pembuluh darah di vena pulmonalis dan darah yang banyak mengandung oksigen kembali ke bagian jantung kiri, dimana akan dipompakan ke seluruh tubuh bayi baru lahir. Pada kebanyakan keadaan, udara menyediakan oksigen (21%) untuk menginisiasi relaksasi pembuluh darah paru. Pada saat kadar oksigen meningkat dan pembuluh darah mengalami relaksasi, duktus arteriosus mulai menyepit. Darah yang sebelumnya melalui duktus arteriosus sekarang melalui paru-paru, akan mengambil banyak oksigen untuk dialirkan ke seluruh jaringan tubuh. Pada akhir masa transisi normal, bayi menghirup udara dan menggunakan paru-parunya untuk mendapatkan oksigen. Tangisan pertama dan tarikan napas yang dalam cukup kuat untuk mendorong cairan dari jalan napasnya. Oksigen dan pengembangan paru merupakan rangsang utama relaksasi pembuluh darah paru. Pada saat oksigen masuk adekuat dalam pembuluh darah, warna kulit bayi akan berubah dari abu-abu/biru menjadi kemerahan.

Walaupun tahap awal transisi normal terjadi dalam beberapa menit setelah kelahiran, proses selanjutnya belumlah lengkap sampai beberapa jam atau bahkan beberapa hari setelah persalinan. Contohnya, pada penelitian dikatakan bahwa masa transisi normal pada bayi baru lahir, akan memakan waktu sekitar 10 menit dan mencapai kadar oksigen 90% atau lebih. Penutupan secara sempurna duktus arteriosus memakan waktu 12 samapi 24 jam setelah persalinan, dan relaksasi pada paru secara sempurna belum terjadi sampai beberapa bulan kemudian.

Leave a comment

Filed under Ilmu Kesehatan Anak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s