PEMATANGAN SERVIKS DENGAN KATETER FOLEY

 

Pada pematangan serviks, serviks mengalami perubahan secara biokimia dan fisik pada akhir kehamilan. Pada tingkat molecular terjadi peningkatan konsentrasi dan aktivitas dari kolagen. Terdapat bermacam-macam metoda/agen yang digunakan dalam pematangan serviks, diantaranya adalah stripping the membranes, osmotics dilators, mechanical dilators, estrogens, prostaglandin, dan RU 486.

Kateter Foley merupakan salah satu cara dari metode mekanik dilator. Kateter Foley dapat digunakan sendiri atau bersamaan dengan agen prostaglandin. Metoda ini dengan menggunakan kateter dengan balon, yang dimasukkan kedalam serviks setelah dilakukan tindakan antiseptik. Kateter dipasang dengan ibu dalam posisi litothomi. Kateter dimasukkan dengan panduan dari 2 jari yang melakukan vaginal examination, kemudian balon dikembangkan dengan larutan saline isotonic steril sebanyak 30 – 50 cc. Kateter dapat dilekatkan pada paha pasien..Setelah 3 – 12 jam, balon biasanya secara spontan keluar kedalam vagina atau keluar. Pada saat balon keluar dari serviks, dilatasi dari serviks kira-kira 2- 3 cm atau 3 – 4 cm, tanpa pendataran serviks yang adekuat. Amniotomi dapat dilakukan setelah kateter Foley terlepas. Kegagalan pemasangan Foley lebih kurang 5 % kasus.

Dari penelitian kateter Foley efektif dalam pematangan serviks yang unfavourable, sebelum dilakukan induksi persalinan. Kateter Foley berefek dalam perubahan yang relevant dalam komponen Bishop score.  Aksi mekanik dari Foley mematangkan membran dari segmen bawah uterus dan menyebabkan pecahnya lisosom dari sel desidua, yang merupakan bagian dari phospholipase A. Enzim litik ini bereaksi terhadap phospholipids untuk membentuk asam arachidonat  yang kemudian diubah menjadi prostaglandin A yang dapat meningkatkan konsistensi dan pendataran serviks.

Efek samping pematangan serviks dengan kateter Foley adalah infeksi intrauterine atau postpartum fever dan perdarahan dari vagina setelah insersi. Pengawasan terhadap nadi ibu dan suhu ibu perlu dilakukan.

Menurut Sherman et all (1996), pematangan dengan kateter Foley  lebih efektif dan mempunyai efek samping yang lebih rendah dibandingkan dengan teknik mekanikal lain dan teknik medical.

 

 

 

Leave a comment

Filed under Obstetri Ginekologi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s