Kontrasepsi pasangan post-partum

Efektifitas menggambarkan penggunaan oleh 100 pasangan selama satu tahun. Contoh ; jika 100 pasangan menggunakan kondom selama satu tahun, kemungkinan 10 akan hamil. Angka kegagalannya sebesar 10% dan angka keberhasilannya sebesar 90%.

Metode barier meliputi barier fisik antara sperma dan serviks, meliputi sponge, diafragma dan kondom. Penggunaan ini biasanya, tapi tidak selalu, digunakan bersama spermisida vaginal seperti kontrasepsi krem dan jelli, suppositoria dan busa. Agar dapat efektif, diafragma dapat selalu digunakan dengan krem atau jeli kontrasepsi. Di samping itu krem dan jeli dapat digunakan tersendiri. Efektifitasnya akan meningkat jika digunakan bersama dengan kondom atau sponge.

Metode barrier :

Diafragma

Efektifitas mendekati 83 %.

Harus selalu digunakan bila akan coitus.

Ukuran dapat berubah sehingga harus dilakukan re-fit pada 6 – 12 minggu post partum.

Harus diunakan bersama spermisidal krem atau jeli.

Dapat digunakan 2 jam sebelum coitus.

Dibutuhkan tambahan krem atau jeli tiap akan coitus.

Harus tetap ditinggal minial 6 – 8 jam setelah coitus.

Sponge

Efektifitas 75 – 83 %, wanita yang telah memiliki bayi berada pada batas bawah angka efektifitas.

Harus selalu digunakan bila akan coitus.

Cenderung mengabsorbsi cairan vagina, metode kurang baik pada masa laktasi.

Lembabkan dengan 2 TBS air.

Masukkan menutupi serviks, dibutuhkan merasakan serviks sebelum tau dimana dan bagaimana rasanya.

Dapat dipasang segera sebelum coitus.

Harus tetap ditinggal minimal 6 – 8 jam setelah coitus.

Dapat segera coitus lagi tanpa harus menambah spermasid.

Selama meninggalkan, yakinkan masih intak.

Kondom

Efektifitas 88 %. (angka ini berdasarkan non – use, bila digunakan dengan benar efektifitas kondom mencapai 98%).

Lebih efektif dibandingkan foam saja, meningkat efektifitasnya dengan kombinasi foam atau sponge.

Lubrikasi dengan air, saliva, jelly atau kream spemisida.

Penggunaan benar; ½ reservoir atau space ejekulat.

Pegang pangkal kondom setelah ejekulasi.

Setelah digunakan, cek adakah robekan, jika ada masukkan spermisida.

Lubrikasi dengan air, saliva, jelli atau spermisida.

Vaginal spermisida.

Foam, jelli atau krem kontrasepsi.

Bahan aktif 9 – nonoxynol.

Penggunaan dengan benar mencapai efektifitas 97%.

Foam   : 71 – 98% (FDA 1987).

Jelly    : 94 – 96% (FDA 1987).

Spermisida saja          : 70 – 75% (Can. 1985).

Harus dimasukkan sebelum coitus dan digunakan setiap kali akan coitus lagi.

Jangan dicuci selama 6 – 8  jam pasca coitus terakhir.

Kontraspesi oral (OCS “the pills).

Efektifitas 96 – 99,9%.

50 – 75% wanita  yang menggunakan pil masih menggunakannya satu tahun kemudian. 25 – 50% tidak menggunakan kembali dengan alasan non-medis.

Pil kombinasi mengandung estrogen dan progesteron dapat mensupresi produksi ASI.

Mini pill adalah progesteron only dan tidak mereduksi produksi ASI.

Low dose  pill adalah kombinasi dan memiliki efek kecil terhadap status nutrisi bayi, sejumlah kecil hormon terdapat dalam ASI tapi bayi tidak terpengaruh.

Umumnya pemberian pada kunjungan 6-minggu setelah mens terakhir, wanita akan membutuhkan back up metode seperti spermisida atau metode barrier.

IUD

Tidak digunakan di Utah saat ini.

Laktasi

Sekali pengganti ASI digunakan maka efek kontrasepsinya berkurang.

Pil kontrasepsi dapat mengurangi produksi ASI.

Opini kontradiktif : FDA label pada pill tidak merekomendasikan hingga setelah weaning. AAP mengeluarkan statement 1981 yang menyetujui penggunaan pil kombinasi pada wanita laktasi segera setelah laktasi efektif tercapai.

Mini pill adalah progestin only pill dan tidak memiliki efek pada laktasi, dapat segera digunakan post partum dan saat kapanpun sepanjang laktasi.

Metode barrier dan spermisida tidak memiliki efek terhadap laktasi..

Wanita menyusui dapat memiliki resiko lebih tinggi untuk perforasi uterus dengan IUD.

Beberapa wanita menyusui menggunakan abstinensi karena takut membahayakan produksi ASI nya, coitus tidak merubah kuantitas maupun kualitas ASI.

 

Non-method

Laktasi

88 – 97% efektif dengan metode on-demand 24 jam sehari. Hal ini didefinisikan 25 menit pada neonatus dan setiap 80 menit pada usia 3 tahun. Jumlah dan intensitas ini cukup meningkatkan level hormonal sehingga ovulasi tidak terjadi.

Ovulasi terjadi sebelum menstruasi.

Mencuci atau membersihkan vagina

Sperma memasuki kanalis servikalis pada 15 detik setelah ejakulasi.

Menarik penis sebelum ejakulasi.

Satu tetes ejekulat dapat berisi jutaan sperma.

Rhythm atau kalender.

Menggunakan kalender sendiri untuk mengestimasikan masa subur tidak sempurna, harus dikombinasikan dengan metode observasi perubahan cairan serviks. The catholic Diocese di Salt lake mengajarkan metode awareness fertilitas. Berdasarkan perubahan secret vagina selama laktasi, metode ini tidak dapat digunakan sampai setelah menyusui telah dihentikan.

 

 

Leave a comment

Filed under Obstetri Ginekologi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s