Diagnosis dan Penatalaksaaan Parotitis Pada Kehamilan

Mumps adalah suatu penyakit infeksi virus akut. Parotitis sudah dikenal oleh Hippocrates pada abad ke-5 sebelum masehi. Mumps disebabkan oleh virus golongan paramiksovirus RNA bergenus Rubulavirus. Gejala klasik mumps adalah parotitis, biasanya bilateral yang biasanya berkembang 16 sampai 18 tahun setelah terpapar. Gejala tidak khas seperti mialgia, anoreksia, malaise, sakit kepala dan demam ringan dapat muncul dalam beberapa hari. Parotitis juga dapat juga disebabkan oleh virus parainfluenza tipe 1 dan 3, virus influenza A, virus coksakie A, echovirus, virus limfositik koriomeningitis, HIV serta penyebab lain yang bukan dari virus seperti obat-obatan, tumor, penyakit imunologi serta sumbatan pada saluran kelenjar liur. Akan tetapi hal ini tidak akan menyebabkan parotitis dalam skala epidemik. Mumps juga dapat mengenai gonad, meningen, pankreas dan organ lain. 

Masa inkubasi mumps rata-rata 18 hari dengan rentang hari antara 12 sampai 25 hari.Demam dapat muncul mulai hari ke – 3 sampai ke – 4 dan parotitis ketika muncul biasanya pada akhir hari ke – 7 sampai ke – 10. Orang yang terkena mumps biasanya dikatakan sudah terinfeksi mulai dari 2 hari sebelum dan 9 hari sesudah onset parotitis. Karena mumps dapat asimtomatis maka diagnosis seringkali meleset. Beberapa komplikasi mumps masih jarang tetapi mumps dapat menimbulkan gangguan pendengaran pada anak-anak (insidensi 5 : 100.000 kasus). Mumps yang menimbulkan ensefalitis (insidensi < 2 : 100.000 kasus) dan kira-kira < 1% kasus ensefalitis yang bersifat fatal. 

Beberapa komplikasi mumps diketahui terjadi lebih sering pada orang dewasa daripada pada anak-anak. Kadang-kadang orkitis terjadi pada 38% kasus di laki-laki post pubertal. Walaupun frekuensinya sering bilateral. Mastitis pernah dilaporkan sekitar 31% pada pasien wanita dengan usia lebih dari 15 tahun yang terkena mumps. Komplikasi lain yang juga jarang adalah ooforitis dan pankreatitis.

Menurut Quhilal pada tahun 2000, mumps pada kehamilan tidak lebih parah dibanding pada orang dewasa tidak hamil dan tidak terdapat bukti bahwa virus bersifat teratogenik. Infeksi terbukti pernah terjadi pada janin berusia 10 minggu (Kurtz dkk., 1982).

Virus Jeryl-Lynn yang sudah dilemahkan pernah ditemukan dari jaringan plasenta wanita yang diberi vaksin 7 – 10 hari sebelum abortus efektif (Yamauchi dkk., 1974). Walaupun demikian, tidak ada bukti kuat bahwa infeksi parotitis meningkatkan angka kematian janin. Kami sependapat dengan Miller dan Hagar (2000) bahwa infeksi parotitis bukan merupakan indikasi untuk terminasi kehamilan. Manson dkk. (1960) melaporkan 501 kasus kehamilan dengan penyulit dan melaporkan bahwa anomali mayor pada janin tidak meningkat. Siegel (1973) memastikan hal ini dalam suatu studi kohort. Parotitis kongenital sangat jarang dijumpai.

Seperti telah dikemukakan sebelumnya, bahwa pada wanita hamil tidaklah lebih berat dibandingkan dengan dengan orang dewasa normal yang terkena virus mumps ini tetapi cara mendiagnosis dan penatalaksaan dari penyakit mumps ini belum dibicarakan, maka di bab ini akan diuraikan bagaimana mendiagnosis dan penatalaksanaannya.

Definisi

            Mumps merupakan infeksi virus akut yang mengenai kelenjar liur biasanya pada anak-anak. Mumps ditandai dengan adanya nyeri dan bengkak pada kedua pipi. Walaupun bisa juga hanya satu pipi ataupun tanpa adanya pembengkakan. Kelenjar liur disebut juga  kelenjar parotis (parotitis epidemika). Kata mumps pertama kali didapat dari inggris “Dialect” yang berarti pembengkakan diantara dua pipi.

Patogenesis

            Virus mumps masuk melalui droplet infeksi. Bereplikasi di nasofaring dan noduli limfatisi regional. Setelah 12 sampai 25 hari terjadi viremia yang sering pada 3 sampai 5 hari terakhir. Selama viremia, virus menyebar ke jaringan-jaringan termasuk meningen dan  kelenjar-kelenjar seperti kelenjar liur, pankreas, testis dan ovarium. Peradangan pada jaringan menimbulkan gejala yang khas dari parotitis dan meningitis.

Deskripsi

            Mumps merupakan suatu infeksi yang menular yang gampang menyebar pada daerah yang berpopulasi tinggi seperti pada pusat kesehatan dan sekolah. Walaupun tidak terlalu menular seperti measles dan campak tetapi mumps termasuk sering.

Gejala dan tanda

            Paramiksovirus merupakan penyebab mumps yang terdapat pada liur dan menyebar dari bersin, batuk dan kontak langsung lainnya dengan orang yang liurnya terinfeksi. Sekali seseorang terpapar virus, gejalanya dapat timbul 14 sampai 24 hari. Gejala awal berupa kedinginan, sakit kepala, tidak nafsu makan dan kurang tenaga. Tetapi pada orang yang terinfeksi virus tidak berpengalaman dengan gejala-gejala ini. Pembengkakan pada kelenjar liur pada wajah (parotitis) biasanya timbul 12 sampai 24 jam setelah gejala-gejala tadi timbul, bersamaan dengan nyeri pada waktu mengunyah dan menelan terutama pada makanan-makanan yang rasanya asam seperti lemon. Demam dapat timbul 40oC merupakan hal yang biasa. Pembengkakan kelenjar mencapai waktu maksimum pada hari kedua dan menghilang di hari ketujuh. Sekali seseorang telah terinfeksi mumps, mereka menjadi kebal terhadap mumps walaupun seberapa ringan atau berat gejala yang terjadi.

            Ketika sedang terinfeksi mumps beberapa komplikasi dapat terjadi yang lebih sering terjadi pada orang dewasa. Dalam 15 % kasus terjadi meningitis di otak dan medula spinalis. Gejala meningitis biasanya berkembang antara 4 sampai 5 hari setelah gejala pertama timbul. Gejala ini termasuk kaku kuduk, sakit kepala, mual dan lemas. Meningitis karena mumps biasanya sembuh dalam 7 hari dan kerusakan otak biasanya jarang.

            Infeksi mumps bisa menyebar ke otak dan menyebabkan peradangan dari otak atau ensefalitis. Gejala ensefalitis mumps termasuk ketidakmampuan merasakan nyeri, serangan jantung dan demam tinggi. Ensefalitis dapat terjadi ketika sedang terjadi parotitis, atau 1 sampai 2 minggu kemudian. Penyembuhan dari ensefalitis mumps biasanya baik walaupun komplikasinya yaitu adanya serangan jantung pernah dilaporkan. Hanya kira-kira 1 dari 100 kasus ensefalitis mumps yang meninggal karena komplikasinya.

            Wanita biasanya menderita peradangan ovarium atau ooforitis yang menjadi komplikasi dari mumps. 1,2,3,4,5,6,7

            Pada kehamilan gejala yang ditimbulkan sama pada orang yang tidak hamil. Artinya tidak ada perbedaan gejala dan tanda pada tiap – tiap trimester kehamilan. Pada trimester pertama dapat terjadi peningkatan kematian janin dan abortus. Sedangkan pada trimester kedua dan ketiga dapat timbul sedikit resiko terjadinya penyakit kongenital. Neonatus yang terinfeksi mumps sangat jarang terjadi.

Diagnosis

            Ketika mumps mencapai tingkat epidemik, diagnosis biasanya relatif lebih mudah yang dapat dilihat dari gejala fisik. Biasanya dimulai dari anamnesis yang rata-rata pasien mengeluhkan gejala prodromal yang tidak spesifik seperti demam, anoreksia, sakit kepala, lemas, bengkak di daerah pipi sejak 1 atau 2 hari yang lalu. Biasanya manifestasi tersering adalah parotitis yang timbul di 30%-40% total orang yang terinfeksi. Parotitis dapat unilateral ataupun bilateral serta beberapa kombinasi satu atau beberapa kelenjar liur yang terkena. Parotitis biasanya terjadi pada 2 hari pertama yang timbul adalah nyeri dan perlunakan daerah sudut rahang bawah. Gejala ini berkurang setelah 1 minggu dan sembuh sekitar 10 hari.

            20 % infeksi mumps adalah asimptomatis. 40%-50% lainnya menunjukkan gejala yang nonspesifik atau biasanya menunjukkan gejala pada traktus respiratorius.

Komplikasi

Central Nervous System (CNS)

Terjadi meningitis yang asimtomatis (Sel-sel radang pada LCS) pada 50 %-60 % pasien. Meningitis yang simptomatis (sakit kepala, kaku kuduk) terjadi pada 15 % pasien dan sembuh tanpa kambuhan 3 sampai 10 hari. Dewasa lebih sering terinfeksi daripada anak-anak dan laki-laki lebih sering daripada perempuan (rasio 3:1). Parotitis dapat terjadi pada 50 % pasien. Ensefalitis sangat jarang terjadi (kurang dari 2 per 100.000 kasus infeksi mumps).

Ooforitis (Inflamasi ovarium)

Terjadi pada 5% kasus wanita pasca pubertas yang dapat menyerupai appendisitis. Tidak ada hubungannya dengan infertilitas.

Pankreatitis

Jarang terjadi, tetapi biasanya terjadi tanpa ada parotitis.

Pada Kehamilan

Pada beberapa sumber menyatakan bahwa dapat terjadi aborsi spontan dan kematian janin. Tetapi walaupun virus dapat menginefeksi plasenta dan janin, pendapat dari beberapa penelitian mengatakan bahwa hubungan atara infeksi mumps pada kehamilan dan malformasi janin tidak dapat dijelaskan.

Pemeriksaan Laboratorium

Diagnosis mumps biasanya berdasarkan kecurigaan pada gejala klinis yang tersering adalah parotitis.

            Virus mumps dapat diisolasi dari sampel klinis. Sampel dapat diambil dari swab nasofaring atau tenggorok, urine dan cairan yang diambil dari kavitas bukal yang merupakan sampel paling baik karena kelenjar liur bermuara ke kavitas ini serta paling baik jika menekan kelenjar didekat telinga sekitar 30 detik ketika mengambil sekretnya. Virus dari bukal atau urine di isolasi dari hari ke-7 sampai hari ke-9 dari onset parotitis. Sangat dianjurkan mengambil sampel virus dari pasien yang diduga terinfeksi mumps.

            Pemeriksaan serologi adalah cara yang paling mudah dalam menentukan infeksi virus mumps dan Enzim Immunoassay (EIA) yang paling sering dilakukan. EIA terbukti lebih sensitif daripada tes serologi lainnya. Dapat mendeteksi IgM dan IgG pada beberapa hari awal dari penyakit dan mencapai puncak seminggu setelah onsetnya. Tetapi dengan campak dan rubella, IgM mumps dapat hilang atau berkurang pada orang yang telah menerima vaksin yang mengandung mumps. 

Epidemiologi

Penyebaran: Di seluruh dunia

Reservoir

Mumps adalah penyakit manusia. Walaupun pasien dengan keluhan asimptomatis atau infeksi yang tidak terlihat dapat menularkan virus, tidak ada carrier yang tetap.

Transmisi

Mumps menular melalui udara atau dari kontak langsung dengan droplet infeksi nukleus maupun saliva.

Penularan

Penularannya mirip dengan influenza dan rubvella, tetapi tidak seperti cacar atau campak. Periode infeksi diketahui dari 3 hari sebelum sampai ke hari ke-4 ketika sakit, virus telah diisolasi dari saliva 7 hari sebelum sampai 9 hari setelah onset parotitis.

Penanganan

            Ketika terserang mumps, gejala yang ditimbulkan biasanya dapat disembuhkan. Karena terdapat kesulitan menelan maka sedapat mungkin membuat pasien tetap dapat makan dan tidak kekurangan cairan. Biasanya pasien harus mengkonsumsi diet lunak seperti sereal, kentang tumbuk, sup, makanan bayi. Dapat dipakai Aspirin, asetaminofen atau ibuprofen untuk menghilangkan keluhan bengkak, sakit kepala dan demam. Inti penanganannya sebenarnya hanyalah mengatasi gejala-gejalanya saja.  Jangan lupa untuk tetap menjaga agar pasien tetap mendapat asupan makanan dan cairan yang cukup karena ada kesulitan dalam membuka mulut dan menelan akibat nyeri dari pembengkakan.

            Haruslah ditanyakan apakah pasien sudah menerima vaksin mumps, karena vaksin dapat menurunkan titier virus pada pemeriksaan serologi.

            Pada ibu hamil tidak boleh diberikan vaksin mumps walaupun hal ini hanyalah teori karena tidak ada bukti bahwa vaksin mumps mengakibatkan kematian janin.

            Pada kehamilan, yang harus diperhatikan ialah pada trimester pertama karena dapat terjadi abortus spontan. Pada pemakaian vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) di kehamilan maka konsekuensinya harus menunda kehamilannya dengan jangka waktu 3 bulan setelah vaksinasi.

            Untuk pencegahan biasanya diberikan vaksin mumps hidup yang telah dilemahkan. Hal ini biasanya diberikan kepada anak-anak mulai dari usia 15 bulan sampai orang tua. Diberikan dosis tunggal ataupun kombinasi dengan vaksin cacar atau rubela dan booster diberikan 4 sampai 6 tahun. Biasanya diberikan di sekolah. Tetapi vaksin ini tidak dapat diberikan pada ibu hamil karena virus ini dapat melewati plasenta.

1 Comment

Filed under Obstetri Ginekologi

One response to “Diagnosis dan Penatalaksaaan Parotitis Pada Kehamilan

  1. terimakasih sangat bermanfaat, btw Apa kah kalau orang hamil 2 atau 3 mingu bsa d tes kehamil??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s