VERTIGO

  1. DEFINISI

Vertigo adalah sensasi berputar atau berpusing yang merupakan suatu gejala, penderita merasakan benda-benda di sekitarnya bergerak-gerak memutar atau bergerak naik-turun karena gangguan pada sistem keseimbangan. Vertigo bisa di sebabkan faktor fisiologis, misalnya berputar yang berlebihan, para astronot ketika berada di luar angkasa ketika melakukan gerakan sehingga kepalanya ada di dasar lantai pesawat padahal bila dilakukan di bumi dia tidak merasakan sensasi ini.Terjadinya vertigo ini bukan oleh suatu kelainan, tetapi justru oleh tidak adanya gaya gravitasi.(Arsyad soepardi efiaty dan Nurbaiti, 2002)

Vertigo bisa berlangsung hanya beberapa saat atau bisa berlanjut sampai beberapa jam bahkan hari. Penderita kadang merasa lebih baik jika berbaring diam, tetapi vertigo bisa terus berlanjut meskipun penderita tidak bergerak sama sekali. Sesuai kejadiannya, vertigo ada beberapa macam yaitu :

  • Vertigo spontan

Vertigo ini timbul tanpa pemberian rangsangan. Rangsangan timbul dari penyakitnya sendiri, misalnya pada penyakit Meniere oleh sebab tekanan endolimfa yang meninggi. Vertigo spontan komponen cepatnya mengarah ke jurusan lirikan kedua bola mata.

  • Vertigo posisi

Vertigo ini disebabkan oleh perubahan posisi kepala. Vertigo timbul karena perangsangan pada kupula kanalis semi-sirkularis oleh debris atau pada kelainan servikal. Debris ialah kotoran yang menempel pada kupula kanalis semi-sirkularis.

  • Vertigo kalori

Vertigo yang dirasakan pada saat pemeriksaan kalori. Vertigo ini penting ditanyakan pada pasien sewaktu tes kalori, supaya ia dapat membandingkan perasaan vertigo ini dengan serangan yang pernah dialaminya. Bila sama, maka keluhan vertigonya adalah betul, sedangkan bila ternyata berbeda, maka keluhan vertigo sebelumnya patut diragukan. (Priguna shidarta, 2004)

2. ETIOLOGI

          Vertigo merupakan suatu gejala, sederet penyebabnya antara lain akibat kecelakaan, stres, gangguan pada telinga bagian dalam, obat-obatan, terlalu sedikit atau banyak aliran darah ke otak, dll. Tubuh merasakan posisi dan mengendalikan keseimbangan melalui organ keseimbangan yang terdapat di telinga bagian dalam. Organ ini memiliki saraf yang berhubungan dengan area tertentu di otak. Vertigo bisa disebabkan oleh kelainan di dalam telinga, di dalam saraf yang menghubungkan telinga dengan otak dan di dalam otaknya sendiri.(Anonim, 2004)

Keseimbangan dikendalikan oleh otak kecil yang mendapat informasi tentang posisi tubuh dari organ keseimbangan di telinga tengah dan mata.

Penyebab umum dari vertigo:

  1. Keadaan lingkungan : mabuk darat, mabuk laut.
  2. Obat-obatan : alkohol, gentamisin.
  3. Kelainan telinga : endapan kalsium pada salah satu kanalis semisirkularis di dalam telinga bagian dalam yang menyebabkan benign paroxysmal positional vertigo, infeksi telinga bagian dalam karena bakteri, labirintis, penyakit meniere, peradangan saraf vestibuler, herpes zoster.
  4. Kelainan Neurologis : Tumor otak, tumor yang menekan saraf vestibularis, sklerosis multipel, dan patah tulang otak yang disertai cedera pada labirin, persyarafannya atau keduanya.
  5. Kelainan sirkularis : Gangguan fungsi otak sementara karena berkurangnya aliran darah ke salah satu bagian otak ( transient ischemic attack ) pada arteri vertebral dan arteri basiler.(Anonim, 2004)

 

3. PATOFISIOLOGI

          Vertigo  timbul apabila terdapat gangguan pada alat-alat vestibular atau gangguan pada serabut-serabut yang menghubungkan alat/nuklei vestibularis dengan pusat-pusatnya di serebellum atau di korteks serebri. Penyakit-penyakit yang menimbulkan gangguan di bagian perifer dari susunan vestibularis sehingga menyebabkan terjadinya vertigo yaitu :

  • Penyakit-penyakit telinga seperti otitis media akuta, otitis media perforata, penyakit degenartif, tumor, atau iskhemia labirin.
  • Neuronitis vestibularis
  • Vertigo posisional
  • Vertigo post-traumatik
  • Pengaruh obat-obat vestibulo-toksik seperti : streptomisin, kanamisin dan neomisin.
  • Penyakit maniere
  • Vertigo alternobarik yang dapat timbul setelah melakukan tindakan valsaiva.
  • Sindrom Ramsay-Hunt
  • Tumor ( schwannoma, meningioma atau dermoidkista ) pada meatus akustikus internus.
  • Meningitis tuberkulosa sirkumskripta pada meatus akustikus internus.

Penyakit-penyakit yang menimbulkan gangguan di bagian sentral dari susunan vestibularis sehingga menyebabkan terjadinya vertigo yaitu :

  • Epilepsi psikomotor
  • Spondilosis servikalis
  • Sindrom wallenberg
  • Hyperventilasi
  • Penyakit-penyakit demielinisasi seperti sklerosis multipleks.
  • Vertigo okular karena diplopi dan pula karena belum biasa memakai kaca bifokal.
  • Vertigo proprioseptif, yang dapat dijumpai pada penderita dengan tabes dorsalis dan pada penderita dengan sklerosis postero-lateralis.
  • Vertigo psikogenik

         Penyakit-penyakit sistemik yang menimbulkan gangguan di bagian perifer atau sentral, atau di bagian perifer dan sentral dari susunan vestibularis antara lain :

  • Sinkope : Hipotensi ortostatik, cardiac arrhytmia, hipersensitivitas sinus karotikus, vaso-vagal syncope (misalnya karena ketakutan, nyeri, melihat darah)
  • Anemia
  • Pengaruh obat-obat zat tertentu seperti : obat-obat oto-toksik, anti-hipertensi, tranquillizer, anti konvulsi, alkohol.
  • Hipoglikemia  (Ngoerah gst,ng,gd, 2002)

Jenis-jenis vertigo berdasarkan penyebabnya yaitu :

  • Vertigo epileptica : Pusing yang mengiringi atau terjadi sesudah serangan ayan.
  • Vertigo Laryngea : Pusing karena serangan batuk.
  • Vertigo Nocturna : Rasa seolah-olah akan terjatuh pada permulaan tidur.
  • Vertigo Ocularis : pusing karena penyakit mata, khususnya karena kelumpuhan atau ketidakseimbangan kegiatan otot-otot bola mata.
  • Vertigo Rotatoris : pusing seolah-olah semua di sekitar badan berputar-putar.(Mardjono dan Shidarta, 2004)

Benign positional vertigo adalah jenis vertigo yang menyerang dalam waktu yang singkat tetapi bisa cukup berat yang terjadi secara berulang-ulang. Vertigo ini muncul setelah terserang infeksi virus atau adanya peradangan dan kerusakan di daerah telinga tengah. Saat menggerakkan kepala / menoleh secara tiba-tiba maka gejalanya akan muncul.(Hilton malcoln and Pinder darren, 2003)

4. DIAGNOSIS

         Vertigo dapat terjadi tiba-tiba dan berlangsung sebentar, tapi dapat pula terjadi selama beberapa hari. Vertigo yang berat bisa membuat kita tidak dapat bagun dari tempat tidur dan hal ini akan mempengaruhi aktivitas. Untuk itu, gejala vertigo dapat bervariasi tergantung berat ringannya. Gejala yang dirasakan antara lain :

  • Tempat berpijak terasa berputar atau bergerak-gerak
  • Benda di sekitar bergerak atau berputar
  • Mual
  • Muntah
  • Sulit berdiri atau berjalan
  • Sensasi kepala terasa ringan
  • Tidak dapat memfokuskan pandangan (Anonim, 2006)

         Sebelum dilakukan pengobatan maka ketahui dulu sifat dan penyebab dari vertigo. Gerakan bola mata yang abnormal menunjukkan adanya kelainan fungsi di telinga bagian dalam atau saraf yang menghubungkannya dengan otak. Gerakan bola mata yang cepat dari kiri ke kanan atau dari atas ke bawah disebut Nistagmus. Nistagmus bisa dirangsang dengan menggerakakn kepala pasien secara tiba-tiba dan dengan cara meneteskan air dingin ke dalam telinga pasien. Arah dari gerakan bola mata tersebut bisa membantu dalam menegakkan diagnosis.(Anonim, 2007)

5. TERAPI

Langkah-langkah untuk meringankan atau mencegah gejala vertigo :

  • Tarik napas dalam-dalam dan pejamkan mata
  • Tidur dengan posisi kepala yang agak tinggi
  • Buka mata pelan-pelan, miringkan badan atau kepala kekiri dan kekanan
  • Bangun secara perlahan dan duduk dulu sebelum beranjak dari tempat tidur
  • Hindari posisi membungkuk bila mengangkat barang
  • Gerakkan kepala secara hati-hati (Anonim, 2004)

         Test pendegaran bisa menetukan adanya kelainan telinga yang mempengaruhi keseimbangan dan pendengaran. Untuk menguji keseimbangan pasien diminta untuk berdiri dan kemudian berjalan dalam satu garis lurus, awalnya dengan mata terbuka kemudian dengan mata tertutup. Pemeriksaan lainnya adalah CT-scan atau MRI kepala yang bisa menunjukkan kelainan tulang atau tumor yang menekan saraf. Jika diduga infeksi maka bisa diambil contoh cairan dari telinga atau sinus atau dari tulang belakang. Sedangkan kalau di duga terjadi penurunan aliran darah ke otak, maka di lakukan pemeriksaan angiogram, untuk melihat adanya sumbatan pada pembuluh darah yang menuju ke otak.(Suriadi dr,ib kt, 2004)

Pengobatan vertigo di sesuaikan dengan jenis vertigo. Jenis-jenis pengobatannya adalah

  1. Medikamentosa berupa obat-obat anti vertigo, obat-obat anti muntah. Contohnya : meklizin, dimenhidrinat, perfenazin dan skopolamin.
  2. Tindakan, misalnya vertigo debris dilakukan tindakan dengan menggunakan vibrator yang memberikan getaran tertentu di daerah kepala sehingga kotoran yang melekat pada sistem keseimbangan menjadi lepas atau hancur. Tindakan yang lain adalah fisioterapi pada daerah leher atau operasi pada tulang leher yang mengalami penekanan. (Suriadi, dr,ib kt, 2004)

Leave a comment

Filed under Ilmu saraf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s