STATISTIK KECELAKAAN DAN PELAPORAN

KECELAKAAN & HAMPIR CELAKA

  • Incident (Kejadian/Peristiwa/Insident), pada umumnya didefinisikan sebagai kejadian kejadian / peristiwa-peristiwa yang tidak direncanakan dengan kemungkinan besar menimbulkan konsekuensi-konsekuensi yang tidak diinginkan.
  • “Near Miss” adalah suatu kondisi yang cukup beralasan untuk dapat menimbulkan insidens.

MAKSUD dan TUJUAN PELAPORAN KECELAKAAN

  1. Untuk menilai dan mengukur tingkat dan kemajuan usaha Keselamatan Kerja
  2. Untuk menganalisa dan menemukan factor-faktor penyebab kecelakaan sehingga dapat ditetapkan langkah pencegahannya.
  3. Untuk mengidentifikasi bagian atau sector yang tingkat kecelakaannya tinggi sehingga usaha Keselamatan Kerja dapat diarahkan secara tepat.

PENTINGNYA PELAPORAN KECELAKAAN KARENA :

  1. Pelaporan dan pencatatan data kecelakaan belum dilaksanakan secara disiplin, tertib dan teratur untuk seluruh perusahaan.
  2. Beum adanya standard penilaian tingkat kecelakaan yang seragam dan berlaku secara nasonal, dalam hal ini termasuk klasifikasi factor- factor kecelakaan yang digunakan.
  3. Mekanisme pelaporan yang belum berjalan secara baik sehingga sering terdapat perbedaan angka kecelakaan.

MATERI PELAPORAN

  1. Tempat dan waktu kejadian
  2. Data korban : nama, umur, masa kerja, akibat yang diderita/bagian tubuh yang cidera.
  3. Kerugian yang ditimbulkan : kerugian materi, hari/jam yang hilang.
  4. Faktor-faktor kecelakaan : sumber dan tipe kecelakaan, keadaan yang berbahaya, perbuatan yang berbahaya.

SISTEM PENCATATAN dan PELAPORAN

  • Bulanan
  • Tiga bulanan (triwulan)
  • Tahunan

PENGERTIAN STATISTIK KECELAKAAN

  • Statistik kecelakaan adalah statistic yang berkaitan dengan kecelakaan yang dialami oleh pekerja yang berakibat kematian atau cacat termasuk penyakit akibat kerja.
  • Satuan perhitungan dalam statistic ini adalah jumlah terjadinya kecelakaan sehingga untuk seorang pekerja yang mengalami dua atau lebih kecelakaan akan dihitung banyaknya peristiwa kecelakaan tersebut.

Beberapa Istilah Dalam Perhitungan Statistik Kecelakaan

  • Hari Kerja Aman :

Jumlah hari kerja tanpa adanya kecelakaan yang menyebabkan terjadinya Lost Time.

Hari kerja aman ini akan hangus (nol) jika dalam waktu kurun perhitungannya terjadi kecelakaan yang menyebabkan Lost Time.

  • Lost Time:

Suatu kecelakaan kerja yang menyebabkan korban kecelakaan tersebut tidak dapat bekerja sehari penuh (1×24 jam) pada hari apapun setelah kecelakaan itu terjadi.

  • Hari-hari hilang :

Kerugian (losses) karena cidera akibat suatu kecelakaan kerja atau ketidak mampuan untuk berproduksi secara nyata.

Perhitungan hari-hari hilang ini dibagi dua : schedule dan non schedule

Schedule dan Non Schedule

  1. Schedule charge :

Perhitungan hari hilang yang berdasarkan table ANSI Z16.1

  1. Non Schedule charge :

Perhitungan jumlah hari hilang berdasarkan jumlah dari semua hari kalender penuh, dimana penderita tidak dapat bekerja, jumlah ini tidak termasuk hari dimana kecelakaan itu terjadi.

Jumlah Jam Kerja Sebenarnya

Jumlah total dari jam dimana karyawan tersebut bekerja dikurangi dengan jam cuti ditambah dengan jam lembur, dengan rumus :

N = (Jk x T) + (Jk x JL) – C

Dimana :

N : Jumlah jam kerja sebenarnya

Jk : Jumlah karyawan

T : Total jam Pekerja

JL : Jumlah Jam lembur

C : Jumlah jam cuti

JAM KERJA AMAN

Jika selama jam kerja sebenarnya tidak terjadi kecelakaan yang menyebabkan Loss Time maka jam kerja sebenarnya ini dinamakan Jam Kerja Aman.

TINGKAT KEKERAPAN (Frequency Rate )

Tingkat kekerapan menghubungkan jumlah kecelakaan yang menyebabkan lost itme dengan jam kerja sebenarnya selama periode kerja tertentu dan dinyatakan dalam satuan satu juta jam, dengan perhitungan :

FR = (n x 1.000.000) / N               n : jumlah kecelakaan berakibat cacat (lost time)

TINGKAT KEPARAHAN (Severity Rate)

Tingkat keparahan yang menghubungkan hari hilang (daya charge) dengan jam kerja selama periode tertentu dan dinyatakan dalam satuan satu juta jam.

SR = (TD x 1.000.000) / N            TD : jumlah hari hilang (total days charge)

RATA RATA HARI HILANG (Average days charge)

Perbandingan antara cidera berakibat cacat terjadi dibandinkan dengan waktu yang hilang.

AD = SR / FR        atau TD / n

INDEKS CIDERA BERAKIBAT CACAT (average days charge) :

Pengukuran ini berusaha menggabungkan tingkat kekerapan dengan tingkat keparahan secara total.

Nl = FR x SR / 1000               nl : Indeks cidera berakibat cacat

INDIKATOR KEKERAPAN – KEPARAHAN (frequency Severity Indicator) :

Bila kita ingin mengetahui persen perbaikan atau ingin membandingkan tingkat perbedaan antara 2 unit, maka harus digunakan akar dari Indek cidera berakibat cacat tersebut. Akar ini disebut Indikator Kekerapan – Keparahan:

FSI = (FR x SR) / 1000

INDEKS CIDERA BERAT (Serious Injury Index) :

Index ini  berusaha mengukur semua cidera berat yang terjadi setiap satu juta jam ke terpapar :

SII = SI x 1.000.000 / N

SII : Indeks Cidera Berat

SI : Cidera Berat

Leave a comment

Filed under Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s