Farmakologi Dalam Obstetri

Dalam arti luas, obat ialah setiap zat kimia yang dapat mempengharuhi proses hidup, maka Farmakologi merupakan ilmu yang sangat luas cakupannya. Dalam kedokteran ilmu ini dibatasi tujuannya untuk maksud pencegahan, diagnosis dan pengobatan penyakit.

Dalam Obstetri, hal – hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan terhadap ibu dan janin antara lain :

  1. Tidak ada obat yang dianggap 100% aman pada janin yang sedang tumbuh.
  2. Manfaat obat harus diperhitungkan agar tidak menyebabkan gangguan pada ibu dan janin.
  3. Metabolisme lebih lambat
  4. Jangan memberikan obat yang bersifat teratogenik karena dapat mengganggu perkembangan sel pada janin yang dikandung.

Beberapa jenis atau golongan obat yang dapat mempengaruhi keadaan ibu dan janin antara lain :

  1. Anti mikroba
  2. Anti Malaria
  3. Anti Tiroid
  4. Obat kardiovaskuler
  5. Kemoterapi
  6. Obat-obat yang bekerja pada GI Tract
  1. Steroid
  2. Antiseptik Urine
  3. Vaksin
  4. Obat hipoglikemik
  5. SSP
  6. Analgetik – Antipiretik

Anti Mikroba

Anti Mikroba ialah obat pembasmi mikroba, khususnya mikroba yang merugikan manusia. Anti biotik adalah zat yang dihasilkan oleh suatu mikroba terutama fungi, yang dapat menghambat atau dapat membasmi mikroba jenis lain. Obat yang digunakan untuk membasmi mikroba. Penyebab infeksi pada manusia harus memiliki sifat toksisitas selektif setinggi mungkin. Artinya, obat tersebut harus bersifat sangat toksik untuk mikroba, tetapi relatif tidak toksik untuk hospes. Sebagai satu kelompok, Penisilin mungkin merupakan anti mikroba yang paling aman penggunaanya selama kehamilan. Hampir semua obat anti mikroba dan kemoterapi mudah menembus plasenta.

Beberapa jenis anti mikroba yang dianjurkan pada ibu hamil antara lain:

  1. ERITROMISIN

Adalah suatu makrolid yang sering diberikan kepada pasien yang alergi terhadap penisilin,terutama untuk pneumonia yang didapat dari lingkungan. Janin dari ibu yang mengidap sifilis tidak selalu dapat diterapi secara efektif dengan eritromisin karena hanya sedikit dari obat yang dapat mencapai janin.

   2. AZITROMISIN

Telah terbukti efektif untuk mengobati pneumonia yang didapat dari lingkungan dan untuk terapi servisitis klamidia.

  • SEFALOSPORIN

Dapat diberikan oral maupun parenteral. Apabila diberikan selama kehamilan, semua obat ini menembus plasenta, walaupun waktu paruhnya mungkin lebih singkat selama kehamilan karena meningkatnya bersihan ginjal (Gilstrap dkk, 1998). Data terbatas mengisyaratkan tidak menimbulkan efek samping pada mudigah.

3. KLORAMFENIKOL

Mudah menembus plasenta dan menyebabkan kadar yang cukup signifikan di dalam darah janin. Pada hampir 100 bayi yang terpajan anti mikroba ini pada awal kehamilan, tidak dijumpai peningkatan kelainan kongenital. Syndrom bayi abu – abu (gray baby syndrome), yang bermanifestasi sebagai sianosis, kolaps vaskular, dan kematian, pernah dilaporkan terjadi pada pemberian kloramfenikol dosis tinggi pada neonatus preterm. Kecil kemungkinannya bahwa kadar janin yang diperoleh dari pemberian kepada ibu akan menyebabkan sindrom ini.

Anti Malaria

Untuk dapat mengerti kerja dan penggunaan obat malaria, perlu dimengerti dasar – dasar biologi plasmodium, diagnosis penyakit malaria, tujuan pengobatan dan masalah resistensi dalam pengobatan malaria. Beberapa obat jenis ini yang dianjurkan pada ibu hamil antara lain:

Obat Trim Efek Samping
Dapson 3 Hemolisis neonatus, methemoglobinemia
Klorokuin 3 Neurotoksik, hemolisis pada G6PD
Kinin 1 Dosis tinggi menyebabkan teratogenik, diduga menyebabkan aborsi
Primakuin 3 Hemolisis neonatus
Pentakuin 3 Hemolisis neonatus

 

Anti Tiroid

Anti tiroid menghambat sintesis hormon tiroid dengan jalan menghambat proses pengikatan atau inkorporasi yodium pada residu tirosil dari tiroglobulin. Selain itu, anti tiroid juga menghambat proses penggabungan dari gugus yodotirosil untuk membentuk yodotironin. Cara kerjanya dapat dijelaskan dengan adanya hambatan terhadap enzim peroksidase sehingga oksidasi ion iodide dan gugus yodotirosil terganggu. Beberapa jenis obat anti tiroid yang dianjurkan pada ibu hamil antara lain:

Obat Trim Efek Samping
Karbinasol 2,3 Struma neonatal, hipotiroidisme
Yodium radioaktif 1,2,3 Hipotiroidisme permanen!! JANGAN DIPAKAI
Yodium 2,3 Menekan tiroid janin dan Struma; hipotiroid ;pada daerah dengan def.yodium dan cegah kongenital hipotiroid,goiter

 

Obat  Kardiovaskular

Preeklampsia adalah suatu kondisi khas kehamilan, yang terjadi setelah 20 minggu kehamilan. Kondisi ini ditandai dengan perfusi yang buruk pada banyak organ yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah disertai proteinuria dan atau edema, serta kadang – kadang gangguan koagulasi dan gangguan fungsi hati. Preeklampsia dapat dengan cepat berkembang menjadi konvulsif yang disebut eklampsia. Preeklampsia biasanya terjadi pada kehamilan pertama.

Obat Trim Efek Samping
As. Aminokapnoat 1,2,3 Menambah resiko trombosis
b-blocker (propanolol) 3 Hiopoglikemik bradikardi
Kaptopril, enatapril 1,2,3 Ggn kontrol tek.darah dan fungsi ginjal janin dan neonatus
Probukol 1,2,3 Gangguan pertumbuhan embrio
Diuretika 3 Penambahan volume plasma dan perfusi plasenta
Tiasid 3 Trombositopenia janin
Warfarin 1,2,3 Kondrodisplasia pungtata, perdarahan janin. JGN DIPAKAI!!!
Reserpin 3 Bradikardi ”Drowsiness”, hidung buntu
Vasokonstriktor 1,2,3 Perfusi plasenta berkurang.

JGN DIPAKAI!!!

Streptokinase urokinase 1,2,3 Pemisahan dini plasenta (18 minggu pertama), perdarahan janin dan ibu

Kemoterapi

Pengobatan dengan menggunakan kemoterapi hanya bersifat paliatif terhadap gejala, pencegahan komplikasi, support psikologi dan perpanjangan hidup yang berarti. Pada umumnya anti kanker menekan pertumbuhan atau proliferasi sel dan menimbulkan toksisitas karena menghambat pembelahann sel normal yang proliferasinya cepat misalnya sumsum tulang, epitel germinativum, mukosa saluran cerna, folikel rambut dan jaringan limfosit .

Obat antikanker  merupakan obat spesialistik. Batas keamanannya begitu sempit sehingga penggunaannya oleh dokter yang berpengalaman di bidang pengobatan ini. Penggunaan yang kurang cermat hanya akan menambah penderitaan, bersifat fatal.

Obat Trim Efek samping
Obat alkilasi 1 Teratogenik
Sitotoksik (metotreksat) 1 Teratogenik
As.Atlopin 1 Teratogenik

Obat G.I. Tract

Salah satu contoh obat yang bekerja pada GI Tract adalah pencahar atau Laksansia, seperti dulcolax, minyak jarak, dan lain – lain. Pencahar rangsang (stimulant catharthics) merangsang mukosa, saraf intramuskular usus sehingga meningkatkan peristaltik dan sekresi lendir usus. Obat ini dapat merangsang Na+, K+, ATP-ase yang mungkin merupakan sebagian dari kerjanya sebagai pencahar. Banyak diantara pencahar rangsang juga meningkatkan sintesis PG dan siklik AMP dan kerja ini meningkatkan sekresi air dan elektrolit.

Obat Trim Efek Samping
Laksatif 1,2,3 Menambah aktivitas uterus
Sulfasalazin 3 Hemolisis, Trombositopenia, resiko aborsi

Steroid

Obat Trim Efek Samping
Kortikosteroid 3 Hipoglikemik, trombositopenia, resiko aborsi
Hormon Sex (Androgen, Estrogen, Progesteron) 1 Beresiko pada dosis tinggi
Stilbestrol 1 Dosis ­ resiko ca vagina
Kontrasepsi Oral 1 Malformasi kongenital

 

Antiseptik Urine

Beberapa obat anti mikroba tidak dapat digunakan untuk mengobati infeksi sistemik yang berasal dari saluran kemih karena bioavaibilitasnya dalam plasma tidak mencukupi. Tetapi pada tubuli renalis, obat – obat ini akan mengalami pemekatan dan berdifusi kembali ke parenkim ginjal sehingga bermanfaat untuk pengobatan infeksi saluran kemih.

Obat

Trim Efek Samping
As. Nalidiksat 3 Hemolisis neonatus
Nitrofurantoin 3 Hemolisis pada bayi, defisiensi G6PD

Vaksin

Obat Trim Efek Samping
Vaksin hidup (Rubella, Campak, cacar) 1 Malformasi kongenital
BCG 1 Jgn Dipakai!!

 

Obat Hipoglikemik

Obat

Trim

Efek Samping
Tolbutamid 3 Hipoglikemik, trombositopenia, resiko aborsi

 

Obat-Obat yang bekerja pada SSP

Obat Trim Efek Samping
Etoksuksinid 1 Teratogenik
Fenitoin, Fenobarbital 1,3 Malformasi kongenital (Oral Cleft, peny. jantung bawaan)
Sodium Valproat 1 Teratogenik
Hipnotik Sedatif 3 Menekan Pernapasan Neonatus
Alkohol 1,2,3 Teratogenik, hambat Pertumbuhan, with drawall synd. pada bayi

 

Analgetik – Anti Piretik

Obat Trim Efek samping
Indometasin 3 Penutupan duktus arteriosus intrauterine
Naproksin 3 Persalinan lama dan mengurangi kontraksi
Salisilat 3 Persalinan lama dan mengurangi kontraksi, ggn fungsi trombosit dan resiko perdarahan, kern ikterus
Fenasetin 3 Methemoglobinemia + G6PD

Leave a comment

Filed under Obstetri Ginekologi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s