Perilaku Bayi Baru Lahir

Setiap bayi merupakan suatu individu, dia akan berbeda dengan yang lain dalam hal : cara melihat, merasakan gerakan, reaksi dan responnya terhadap keluarga, contohnya beberapa bayi menghisap lebih baik dibanding yang lain, sebagian akan bangun lebih lama dan sering, sebagian member respon lebih aktif terhadap rangsang dan sebagian lebih mudah ditenangkan.

                                 babyy

Setiap orang tua, dokter atau perawat serta setiap orang yang merawat bayi seyogyanya mengetahui dan memahami tentang newborn behavior atau perilaku bayi, agar selain dapat jalin hubungan komunikasi dengan bayi, juga dapat mengetahui kebutuhan bayi serta bahaya yang dialaminya.

PENGERTIAN

Perilaku Bayi atau newborn behavior adalah perilaku yang dapat diamati oleh orangtua atau pemeriksa yang mempunyai dua tujuan yaitu untuk menilai fungsi integritas bayi dan untuk mengetahui (sebagai klinisi) kontribusi BBL terhadap system bayi-orang tua.

DAMPAK BAGI BBL

Dengan mengetahui perilaku bayi dari awal, maka dapat dilihat secara dini apakah bayi mempunyai perilaku normal atau abnormal. Bila terjadi kelainan perilaku maka dapat segera dilakukan intervensi dini.

PERILAKU BAYI NORMAL

Karakteristik bayi adalah mempunyai pipi kemerahan dan  montok, serta mata yangmungkin masih terpejam atau sedikit terbuka. Kepala BBL mungkin mendatar atau mempunyai bentuk yang tak beraturan sesudah lahir, dan mungkin lebih besar atau tidak proporsional bila dibandingkan dengan tubuh bayi. Bayi mungkin lebih kecil dibandingkan dengan bayangan orang tua. Mungkin terdapat goresan pada muka bayi akibat kukunya yang panjang dan mungkin mempunyai telinga yang bentuknya masih tidak beraturan, daun telinga masih lemas atau kaku terlipat ke bawah. Dalam waktu seminggu penampilan bayia akan banyak berubah. Bentuk kepalaa yang tidak beraturan akan menjadi lebih bulat dalam waktu 2 minggu. Mata yang terpejam juga akan mulai terbuka dalam minggu pertama, koordinasi mata yang baik akan terjadi pada saat itu. Berat akan turun sedikit dan bnetuk telinga akan menjadi normal dalam waktu satu bulan.

BAGAIMANA CARA MENGETAHUI SISI PANDANG BAYI

Cara mengetahui sisi pandang bayi mengenai apa yang dicium, didengar atau dirasakan seorang bayi, dan bagaimana dia memandang dunia dapat dilakukan dengan memperhatikan tanda atau isyarat tertentu. Petanda ini yang akan membantu memahami sisi pandang bayi menjadi relative lebih mudah.

LANGKAH LANGKAH YANG DAPAT DIJADIKAN PETANDA

  1. Bayi mempunyai 2 cara utama untuk berkomunikasi yaitu tersenyum dan menangis. Menangis menunjukkan keadaan yang tidak nyaman atau rasa sakit, sedangkan tersenyum menunjukkan bayi dalam keadaan tenang.
  2. Bayi akan tanggap dengan suara tertentu misalnya denting jam, suara mesin cuci dan dia menyukai suara music atau nada lembut suara manusia.
  3. Sebelum lahir bayi dapat melihat dan mendengar (bahkan dapat mendengar suara music dan bereaksi terhadap suara gaduh).
  4. Mata bayi akan terbelalak atau terbuka lebar apabila sebuah benda atau sebuah sinar terang didekatkan ke wajahnya.
  5. Indera pengecap bayi sudah mulai bekerja, dia akan menolak apabila diberi tetesan air yang pahit atau asin, tetapi akan menerima bila rasanya manis.
  6. Banyak orang tua baru yang mungkin tidak tahu tentang perilaku normal BBL. Bayi berkembang menurut kecepatan yang berbeda tetapi mereka tetap menampilkan beberapa perilaku sama, maka tidak perlu risau apabila dijumpai sedikit perbedaan atau ‘terbelakang’ dari yang lain. Yang penting adalah mengetahui perilaku apa yang diharapkan dari seorang bayi, dan dapat mengetahui bila terdapat masalah.

Seorang BKB tidak dapat dibandingkan perkembangannya dengan BCB, karena sering perkembangannya lebih lambat dibandingkan BCB. Bila bayi lahir 2 bulan lebih awal maka ia akan mengalami keterlambatan perkembangan +- 2 bulan lebih lambat disbanding BCB.

TIDUR

BBL biasanya tidur selama 20 menit-4 jam dalam sekali tidur dalam waktu sampai 20 jam setiap harinya. Lambung bayi terlalu kecil untuk menahan minuman agar senantiasa penuh di lambung, sehingga bayi perlu untuk diberi minum beberapa jam sekali. Masing-masing bayi mempunyai kebiasaan tidur yang berbeda, tetapi pada umur 3 bulan bayi harus tidur selama 6-8 jam pada malam hari.

Dalam minggu pertama kehidupannya, seorang bayi keliatannya akan tidur secara teratur dan hanya akan bangun bila lapar. Setelah beberapa minggu, bayi secara perlahan akan terjaga lebih lama. Bayi tidak mempunyai pola yang tetap tentang waktu tidurnya akan tetapi bisa diprediksi bila sudah bertambah umurnya. Beberapa bayi tidur sepanjang malam pada umur 6 minggu, ini  terjadi secara alamiah dan tidak perlu memaksa bayi untuk mengikuti pola tertentu meskipun dapat ditentukan waktu tidurnya. Member minum, menyanyikan lagu atau membacakan sebuah cerita dapat membantu menidurkan bayi. Dengan member porsi minum malam harinya dengan tenang dan pelan-pelan, maka bayi diajar untuk membedakan siang dan malam hari.

MENANGIS

Bayi akan berkomunikasi dengan menggunakan gerakan non-verbal atau isyarat yang sebagian besar akan melibatkan tangis. Bayi juga kadang dapat daim dan tenang sendiri tanpa bantuan. Berikan cukup waktu pada bayi untuk tenang sebelum kita mengganggunya. Bila bayi menangis berlebihan ini dapat berarti bayi sakit atau mengalami nyeri.

Menangis merupakan salah satu cara utama bayi untuk melakukan komunikasi. Banyak bayi menangis selama 2-3 jam sehari, bahkan ada yang lebih. Bukan suatu kesalahan apabila kemudian bayi diangkat dan ditenangkan. BBL mungkin akan menangis beberapa jam dalam sehari. Ini adalah suatu cara mereka untuk member tahu orang tua atau pengasuhnya bahwa mereka menginginkan sesuatu, atau ada sesuatu yang salah satu tidak nyaman baginya. Bayi akan tumbuh dengan tangis yang konstan. Merangkul bayi, mengelus-elus dan berbicara dengan bayi bahwa ia dicintai, akan membuat bayi bertambah baik. Bila bayi tangisnya panjang, padahal anda sudah berusaha menenangkannya dengan baik, maka yakinkan bahwa anda tidak gagal sebagai orang tua. Tangis akan berkurang dengan bertambahnya umur dan kemampuan bayi untuk dapat mengekspresikan perasaan, kemauan dan keinginannya.

Bila bayi menangis maka harus diperiksa kemungkinan penyebabnya, antara lain sebagai berikut :

  • Lapar
  • Popok yang kotor
  • Ruam popok
  • Kembung
  • Kolik
  • Ingin menghisap
  • Kepanasan atau kedinginan
  • Ingin digendong
  • Terlalu banyak dirangsang
  • Sakit

Bila tidak ada salah satu masalah diatas, bayi dapat dicoba diayun-ayun, dinyanyikan sebuah lagu atau diperdengarkan alunan music, diajak jalan-jalan atau naik mobil. Adalah suatu hal yang normal bila merasa frustasi karena tidak dapat menenangkan bayi. Setelah diperiksa tidak ada masalah, bayi yang menangis atau rewel seperti tersebut diatas dapat diletakkan di boks atau tempat tidurnya, dan dibiarkan menangis untuk beberapa menit. Terutama apabila ibu atau pengasuh telah kelelahan dan frustasi. Bila ingin meninggalkan bayi lebih lama, dapat menghubungi orang lain untuk menjaganya. Beberapa ahli merekomendasikan apa yang dinamakan “Aturan 10 Menit Bayi Menangis” :

  • Apabila memilih “Aturan 10 Menit ini”, sebelumnya sudah harus diperiksa bahwa tidak ada masalah yang menyebabkan bayi menjadi tidak nyaman seperti yang disebut di atas tadi.
  • Tinggalkan bayi selama 10 menit di box atau tempat tidurnya. Bayi akan tertidur dalam waktu tersebut.
  • Bila bayi tidak diam/tidak tidur, maka kembalilah ke bayi dan tenangkan bayi kembali. Kemudian tinggalkan lagi 10 menit.
  • Bagi seorang bayi menangis/rasa tidak nyaman berasal dari hal-hal tersebut di atas. Memperhatikan tangisan bayi dan keinginannya akan membuatnya tenang. Bayi mungkin merasa tidak nyaman bila mendengar suara gaduh, kesibukan/aktivitas yang berlebihan. Kadang-kadang menengkurapkan bayi dapat membantu untuk mengontrol gerakan tiba-tiba yang menyertai tangis. Bayi mungkin dapat tenang, mudah terkejut dan memerlukan lebih banyak perhatian yang konstan. Kedua bayi tersebut berbeda tetapi normal dan mempunyai perilaku yang sehat. Yang perlu diperhatikan adalah pola tangis bayi. Bayi dapat menangis pada waktu yang sama setiap hari. Dengan mengayun,memegang dan mengelusnya mungkin dapat menenangkan bayi. Beberapa bayi menangis untuk mengurangi ketegangan sebelum tidur. Menangis dalam waktu 5-10 menit tidak berbahaya, tetapi tidak boleh dibiarkan menangis lebih lama. Harus diingat bahwa tangis adalah salah satu cara bayi untuk melakukan komunikasi. Bila bayi menangis berkepanjangan dan menyebabkan kekhawatiran orangtua, maka harus didiskusikan antara orangtua dan dokter (spesialis anak) yang memeriksanya dan ini akan sangat membantu.
  • Bayi kadang dapat menangis tanpa alasan sama sekali. Bila demikian bayi dapat dicoba ditenangkan dengan mengayun, menyanyikan lagu, bicara lembut atau membungkusnya dengan selimut, maka akan dapat segera diketahui apa yang diinginkan bayi. Kadang bayi sulit ditenangkan, ini bukan salah orangtua atau pengasuh. Mencoba untuk bersabar dan tenang meskipun bayi masih tetap menangis. Bila diperlukan dapat dipanggil oranglain untuk menemani, bila orangtua/pengasuhnya sedang beristirahat. Bila menangis berlebihan dan pada waktu yang tidak seperti biasanya. Mungkin ini satu tanda bahwa bayi sakit.

REFLEKS

Dalam beberapa minggu pertama kehidupannya bayi akan mempertahankan posisi nya seperti posisi tubuh di dalam kandungan (posisi janin) yaitu fleksi penuh pada sendi lengan, siku, panggul dan lutut dan memposisikan anggota gerak untuk dekat dengan bagian depan tubuh bayi. Posisi ini akan berubah bila bayi sudah dapat mengontrol gerakannya. BBL memiliki berbagai macam reflex alamiah. Memakai reflex ini akan sangat membantu untuk memahami penyebab beberapa perilaku bayi.

BAGAIMANA BBL MELINDUNGI DIRINYA SENDIRI?

Seorang BBL mempunyai berbagai reflex yang membantu melindungi dirinya dari sinar yang berlebihan, rasa sakit dan rangsangan lainnya. Di sampan itu reflex juga diperlukan untuk bisa bertahan hidup. Untuk beberpaa hari sesudah lahir, reflex tersedak membantu bayi untuk meludahkan mucus atau lender sehingga bisa bernafas lebih baik. Reflex mengedipkan mata yang kuat dapat melindungi mata dari cahaya berlebihan. Bila perut dipegang maka bayi akan mengangkat kepala dan menegok ke salah satu sisi. Dia juga akan menghindari rasa sakit dengan membalikkan tubuhnya. Otak bayi akan mempelajari semua pengalaman-pengalaman ini.

REFLEKS SEORANG BBL MELIPUTI :

  • Rooting reflex : bayi akan menoleh kea rah akan diberikan minum dan dia sudah siap untuk menghisap dengan menyentuh pipi bayi, akan menyebabkan bayi member respon ini.
  • Reflex menghisap : bila diletakkan sebuah benda di mulut bayi, maka bayi secara alami sudah siap untuk menghisap.
  • Reflex terkejut : bayi akan menggerakkan tangan dan kakinya tiba-tiba bila ia terkejut. Biasanya respon ini disertai dengan menangis.
  • Reflex tonik : bayi memutar kepalanya ke satu sisi dan disertai gerakan lengan memegang pada sisi yang sama.
  • Reflex memegang : bayi akan memegang dengan erat sesuatu benda yang diletakkan pada telapak tangannya .
  • Refleks melangkah/placing reflex : kaki bayi mencoba melangkah bila ditegakkan atau bila kakinya disentuhkan pada permukaan yang keras. Lengan, paha, dan dagu bayi akan bergetar terutama bila sedang menangis. Hal ini terjadi karena system saraf bayi yang belum berkembang sempurna.

BERNAPAS

Tidak jarang bayi mengalami napas irregular atau tidak teratur. Bayi dapat berhenti bernapas salaam 5-10 detik dan kemudian segera bernapas lagi. Ini adalah suatu keadaan normal. Bila henti napas lebih dari 10 detik, ini merupakan keadaan gawat darurat, karena bayi akan sianosis dan harus segera menghubungi dokter.

PENGLIHATAN

BBL sesungguhnya dapat melihat tapi matanya masih tertutup karena masih terlalu berat untuk memutuskan penglihatannya untuk pertama kali. Bayi dapat melihat gerakan dan membedakan objek berwarna hitam atau putih. Beberapa bulan pertama lebih mudah bagi bayi untuk melihat sesuatu dari sudut. Kemudian pada usia 2-3 bulan telah mempunyai control untuk otot matanya dan dapat memusatkan matanya pada suatu benda dan dapat mengikuti objek tersbut bila digerakkan.

Bayi belum dapat memfokuskan dan memandang objek yang dekat dengan jelas. Sinar yang terang dan sinar blitz kamera tidak akan membahayakan pandangan bayi, tetapi membuat tidak nyaman. Bayi akan lebih menyukai objek yang padat dan tertarik pada wajah manusia. Objek berwarna hitam dan putih lebih menarik perhatiannya.

MENDENGAR

Bayi dapat membedakan berbagai suara. Mereka dapat mengenal suara keluarganya, oleh karena itu orangtua harus sering mengajak bayinya berbicara. Bayi dapat menoleh kea rah suara yang dikenali. Bagi BBL bahasa suara adalah laksana music dengan intonasi dan ritme yang berbeda. Bayi dilahirkan dalam keadaan mendengar. Sesungguhnya bayi lebih memilih suara tertentu disbanding secara umum. Mereka akan memalingkan kepalanya untuk mencari sumber suara dan akan merespons suara manusia.

KONDISI BANGUN-TENANG (quiet-alert state)

Bayi siap untuk berinteraksi dengan orang lain bila dalam keadaan bangun dan tenang. Berbicara pada bayi harus dengan lembut. Berikan sesuatu kepadanya untuk dapat dilihat didengar atau dihisap, untuk menjaganya dalam keadaan bangun dan tenang. Bayi dapat ditinggalkan sendiri untuk beristirahat dan diawasi dari jauh.

Tanda bayi dalam keadaan bangun dan tenang :

  • Gerakan tubuh bervariasi dari gerakan kecil sampai gerakan aktif
  • Mata terbuka dan bersinar
  • Dapat memfokuskan perhatian pada wajah, suara dan objek yang bergerak

CARA MEMBUAT BAYI DALAM KEADAAN BANGUN DAN TENANG

  • Berbicara dengan berbagai macam intonasi suara
  • Baju bayi dibuka, sehingga tinggal popoknya saja
  • Bayi didudukkan atau lakukan posisi “sit up”
  • Angkat lengannya dengan gerakan yang lembut
  • Gosokklah punggung dan perut dengan lembut

KONDISI BANGUN DAN AKTIF (active-alert state)

Bayi keliatannya ingin berinteraksi dan ingin berubah dari keadaannya saat ini. Ini adalah kondisi yang baik untuk memberinya minum. Interaksi dengan bayi harus dikurangi kecuali aktivitas untuk minum, bila tidak bayi akan berusaha menolak.

Tanda bayi dalam keadaan bangun dan aktif :

  • Bayi mempunyai banyak gerakan
  • Mungkin bayi tidak sabar dan penuh permintaan
  • Mata bayi terbuka tapi kurang bercahaya
  • Sensitive terhadap suara gaduh dan lapar

PERILAKU NORMAL BBL LAINNYA

Bayi dapat mengeluarkan banyak suara : bersin, batuk, sendawa, cegukan, dan kadang kadang meludah, dan ini merupakan perilaku normal seorang bayi. Bayi kadang bernapas dengan suara keras dan diselingi suara napas pelan. Bayi dapat terkejut dengan mudah bila mendengar suara gaduh, seperti dering telepon atau sirine, hal ini dapat menjadikannya menangis. Bila ingin mengangkat bayi, upayakan bayi mengetahui keadaan orangtua/pengasuh dengan mengajaknya bicara secara lembut dan sentuh bayi sebelum diangkat. Bayi dilahirkan dengan berbagai macam reflex. Bila telapak tangan atau tangannya disentuh, maka bayi akan memegangnya dengan kencang. Bila bayi terkejut, dia akan mengulurkan anggota geraknya kemudian menariknya kembali. Bila bibir bawahnya disentuh, maka bayi akan memalingkan kepalanya dan membuka mulutnya (ini disebut “rooting”). Bayi juga mempunyai nafsu menghisap yang kuat, baik saat dia lagi lapar atau tidak. Reflex reflex ini menghilang beberapa bulan setelah lahir.

Setiap bayi adalah individu. Dia akan berbeda dengan yang lain dalam hal cara memandang, perasaan, gerakan, reaksi dan responnya kepada keluarganya.

Misalnya :

  • Sebagian bayi menghisap lebih baik disbanding yang lain
  • Sebagian bayi terjaga lebih lama dan lebih sering
  • Sebagian bayi member respons lebih aktif trehadap rangsangan disbanding yang lain
  • Sebagian bayi dapat ditenangkan dengan mudah disbanding yang lain. Dalam waktu 30 menit sampai 1 jam sesudah lahir, bayi biasanya dalam kondisi tenang-bangun, dan akan memberi respons pada wajah yang bergerak dan suara yang dekat dengan telinganya. Mereka akan melakukan eksplorasi lingkungan sekitarnya dan hubungan dengan manusia merupakan hal penting dalam kehidupannya. Bayi yang tidak dalam keadaan distress akan tinggal lebih lama bersama orang tuanya segera sesudah lahir. Ini adalah waktu yang sangat penting untuk mulai melakukan hubungan lekat.

Bayi kemudian akan tidur nyenyak, sering kemudian memutar badan (ngolet) kembali ke posisi di dalam rahim dan jarang menangis. Hanya terkadang terlihat gerakan yang tiba-tiba berupa bayi terkejut atau terjadi perubahan pola napas. Diperlukan waktu untuk menyesuaikan antara waktu proses kelahiran dengan dunia luar. Hanya rangsangan yang kuat yang dapat mengganggunya. Seluruh energy diperlukan untuk proses minum dan pencernaan.

BEBERAPA FAKTA TENTANG BAYI

^ Frekuensi jantung lebih cepat disbanding orang dewasa : sekitar 120 kali per menit.

^ Bayi dapat kencing sampai 18 kali dan berak 4-7 kali dalam satu hari.

^ Bayi bernapas 2 kali lebih cepat dibanding orang dewasa; 30-40 kali per menit.

^ Sebagian bayi tidur selama 14-18 jam dalam 24 jam.

PERUBAHAN PERILAKU YANG DAPAT TERJADI PADA BAYI

Perubahan perilaku pada bayi mungkin dapat merupakan tanda awal bayi sakit. Meskipun tingkat aktivitas, nafsu makan dan tangis bayi secara normal bervariasi dari hari ke hari bahkan dari jam ke jam. Perubahan yang mencolok dapat menjadi petunjuk bayi sakit. Biasanya bayi tetap terjaga dan aktif bila sedang bangun, minum baik dan dapat didiamkan bila sedang menangis, kadang kadang sedikit perbedaan keadaan masih dapat dianggap normal. Beberapa perubahan perilaku yang dapat menjadi petunjuk bayi sakit adalah sebagai berikut :

      BAYI  LETARGIK

      Bayi dikatakan letargik bila tampak lesu, tidak bertenaga atau bayi mengantuk. Bayi sulit dibangunkan untuk minum dan bila bangun bayi tidak terjaga atau tidak sigap, tidak tertarik pada rangsang suara maupun visual. Keadaan dapat berlangsung pelan, sehingga orangtua tidak menyadari perubahan perilaku yang gradual ini. Letargik dapat merupakan tanda infeksi atau keadaan lain seperti kadar glukosa darah yang rendah.

      MALAS MINUM

Masalah minum ini meliputi bayi kesulitan menghisap payudara atau botol, bayi tidak lapar, bayi dengan kehilangan berat badan atau berat bayi tidak naik.

  • Kesulitan minum karena masalah menghisap : mungkin pertama kali bayi menghisap dengan baik dan kuat pada saat lahir, kemudian secara perlahan bayi berubah menjadi malas minum dan hisapan menjadi tidak efektif. Perlu waktu panjang untuk minum atau bayi mulai menghisap dengan lemah dan minum tidak dengan efektif. Hal ini terutama terjadi pada BKB. Bayi yang menghisapnya lemah, mungkin tidak dapat menarik dengan kuat atau tidak dapat membuat lekatan kuat dengan putting susu pada saat menetek. Bayi tidak mendengar suara menelan atau mencecap pada saat menetek. Payudara ibu mungkin tidak terasa penuh saat sebelum meneteki dan terasa lunak/kosong sesudahnya. Bayi yang daya hisapnya lemah yang minum susu formula mungkin memerlukan dot yang dapat bekerja dengan baik, atau pompa yang dapat merangsang hisapan bayi. Bayi yang lemah daya menghisapnya memerlukan waktu yang cukup lama, kadang lebih 45 menit untuk minum, baik minum susu formula maupun menetek.
  • Sesudah hari pertama dan selanjutnya, sebagian besar bayi sudah siap untuk minum setiap 3-4 jam dan memperlihatkan gejala lapar dengan menghisap jari-jari/tangannya, menangis dan membuat gerakan rooting. Bayi sakit mungkin menolak untuk minum. Bayi yang tidur terus dan malas minum mungkin bayi tersebut sakit.
  • Meludah atau menyemburkan susu sesudah minum sering terjadi pada BBL. Ini disebabkan karena otot sfingter antara perut dan esophagus masih lemah dan imatur. Muntah yang menyemprot kuat, dapat merupakan tanda adanya masalah. Pada bayi yang minum susu formula, muntah dapat terjadi setelah minum yang berlebihan atau karena intoleransi susu. Pada bayi yang menetek ASI, keadaan fisik tertentu yang menghambat proses pencernaan berjalan normal, dapat menyebabkan muntah. Perubahan warna muntahan atau muntahan berwarna hijau mungkin menunjukkan adanya obstruksi saluran cerna.
  • Penurunan berat badan sampai dengan 10 persen dari berat lahir dalam 3 hari pertama sesudah lahir, masih merupakan hal yang normal. Tetapi bayi harus naik beratnya pada usia 10/11 hari. Tanda berat bayi tidak naik antara lain : bayi kelihatan kurus, wajah layu, kulit longgar dan jumlah kencing serta tinja berkurang. Bayi biasanya diperiksa dokter setiap minggu untuk menilai beratnya. Berat bayi tidak dapat merupakan tanda bayi sedang sakit atau mempunyai masalah yang harus segera ditangani.
  • Masalah minum dapat merupakan tanda kondisi lain dan dapat menyebabkan sakit yang serius apabila tidak segera ditangani. Bayi harus segera ditangani bila terjadi kesulitan atau gangguan minum.

   TANGISAN YANG MENETAP ATAU IRITABEL

Semua bayi pasti menangis, karena inilah salah satunya cara utama mereka mengkomunikasikan keinginannya. Bayi menangis dengan berbagai jenis tangisan, misalnya : menangis karena lapar, mengantuk, kesepian, popoknya basah minta diganti dan merasakan nyeri. Pertama kali, orangtua mungkin tidak tahu mengartikan tangis bayi, dan dia harus berusaha untuk menenangkan tangis bayi dengan memenuhi keinginannya. Tetapi bayi yang ‘rewel’ dan terus menangis mungkin sedang sakit, iritabel atau kesakitan. Kolik adalah masalah yang sering terjadi dan menyebabkan bayi menangis lama dan sulit didiamkan. Tremor atau bergetar dapat juga merupakan salah satu tanda bayi sedang sakit. Yakinkah tidak ada masalah fisik, misalnya pakaian yang menggores, atau peniti popok yang menusuk. Periksa juga perut bayi apakah kembung atau tidak.

   BAYI SAKIT

Bayi yang dirawat biasanya menunjukkan perilaku yang berbeda dengan bayi sehat. BKB kuran gdapat mengontrol dan mengkoordinasikan gerakannya disbanding BCB. Dokter yang merawat harus memberitahukan orangtuanya keadaan ini.

PERSEPSI RASA

Kepuasan dan kegembiraan merupakan hal yang harus diperhatikan pada BBL. Mereka belajar untuk membedakan suatu objek dengan manusia, mengharapkan minum pada waktu tertentu, memfokuskan perhatian pada hal yang baru, memegang jari pengasuh bila diletakkan di telapak tangannya dan tertarik pada wajah manusia.

  1. Pengecap dan bau

Indera ini berkembang dengan cepat saat lahir. Barang yang pahit menyebabkan reaksi tidak senang atau ditolak, sedangkan yang manis akan diterima. Bayi tidak bisa membedakan bau tetapi bayi tidak suka bau busuk.

  1. Sentuhan

Kesan pertama dalam hidup bayi berasal dari sentuhan. Pengetahuan pertama tentan gmanusia didapat melalui sentuhan. Misalnya sentuhan seorang ibu itu lembut, nyaman dan menyakinkan. Bayi dapat merasakan kecemasan, kemarahan, dan kejengkelan pengasuhnya.

  1. Respons nyeri pada BBL

Meskipun nyeri dapat memberikan semacam peringatan akan adanya jejas, namun efek dari rasa nyeri cukup merugikan. Nyeri dapat member dampak negative pada respon fisiologi, metabolic dan behavior (perilaku), seperti : meningkatkan denyut jantung, frekuensi napas, tekanan darah, peningkatan sekresi katekolamin, glucagon dan kortikosteroid.

            Keadaan katabolic ini dipicu oleh nyeri akut yang mungkin akan menimbulkan dampak kerusakan yang lebih hebat pada bayi dan anak kecil yang mempunyai kecepatan metabolism yang tinggi dan cadangan nutrisi yang kurang disbanding dengan dewasa.

Nyeri akan mengakibatkan :

  • Anoreksia, asupan nutrisi yang berkurang
  • Penyembuhan luka yang terhambat
  • Gangguan mobilitas, gangguan tidur
  • Efek withdrawal
  • Iritabel
  • Gangguan pertumbuhan

Evaluasi nyeri pada janin dan BBL pada manusia sangat sulit, oleh karena nyeri didefinisikan sebagai fenomena subjektif.

      Sampai saat ini belum ada cara penilaian nyeri yang mudah dicatat, diterima secara luas dan menggunakan cara yang seragam untuk penilaian nyeri terutama pada bayi, meskipun penilaian ini sudah menjadi area penelitian yang aktif.

Tetapi ada beberapa cara penilaian nyeri yang sahih dan dapat dipercaya untuk menilai nyeri akut pada BCB dan BKB. Secara teknik penilaian dapat digolongkan dalam :

  1. Indicator perilaku (Behavioral indicator) : misalnya ekspresi wajah, gerakan tubuh, tangis, gerakan motorik kasar, perubahan dalam status perilaku dan perubahan pola perilaku, misalnya tidur.
  2. Indikator fisiologik : misalnya perubahan denyut jantung, frekueansi pernapasan, tekanan darah, saturasi oksigen (SaO2), tonus vagal, keringat pada telapak tangan , kadar kortisol plasma atau katekolamin.

Berhubung respon terhadap nyeri pada BKB kurang kuat dibanding BCB, maka para pemberi pelayanan kesehatan harus mengenal dengan lebih baik respon yang kurang jelas pada BKB misalnya tangis yang kurang kuat, menyeringai yang kurang kuat, flasid atau layuh, lumpuh atau postur yang melengkung. Ekspresi wajah telah dilakukan penelitian untuk menilai nyeri. Ini merupakan indicator yang lebih dapat dipercaya untuk menilai nyeri. Ini merupakan indicator yang lebih dapat dipercaya dan konsisten dimana semua jenis dan populasi serta dipertimbangkan sebagai baku emas dari respon nyeri pada bayi.

Ekspresi wajah bayi yang mengalami ‘nyeri’ akut meliputi karakteristik sebagai berikut :

  • Mata tertutup rapat
  • Kening menurun dan berkerut
  • Lubang hidung yang melebar dan membonjol
  • Kerutan nasolabial yang dalam
  • Lidah yang menjulur dan tegang

Sumber : Buku IDAI Neonatologi 2012

Leave a comment

Filed under Ilmu Kesehatan Anak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s