TEKNIK PEMADAM KEBAKARAN (FIRE FIGHTING TECHNIQUE)

KLASIFIKASI KEBAKARAN

Yang dimaksud dengan klasifikasi kebakaran adalah penggolongan/pembagian kebakaran berdasarkan jenis bahan bakarnya. Dengan adanya klasifikasi tersebut akan lebih mudah,lebih cepat dan lebih tepat didalam pemilihan media pemadam yang akan digunakan untuk memadamkan kebakaran, sehingga akan diperoleh hasil pemadaman yang efektif dan efisien.

TEKNIK PEMADAMAN KEBAKARAN

Melakukan pemadaman kebakaran tidaklah asal-asalan,karena prinsip daripada pemadaman kebakaran adalah mencegah agar kerugian semakin besar baik harta maupun korban jiwa manusia.

MEDIA PEMADAM KEBAKARAN

Media pemadam adalah suatu material yang sifatnya non flammable dan berfungsi untuk memadamkan kebakaran.

–          Jenis padat

–          Jenis cair

–          Jenis gas

MEDIA PEMADAM JENIS PADAT

  • PASIR & FIRE BLANKET : berfungsi untuk menutupi permukaan bahan bakar yang terbakar (Blanketing)
  • DRY CHEMICAL
  1. REGULAR

Media pemadam jenis ini hanya efektif untuk memadamkan kebakaran Klas B dan Klas C

# Natrium bicarbonate NaHCO3

# Potassium bicarbonate KHCO3 (Purple “K”)

# Kalium Chloride KCl (Super “K”)

# Natrium Carbonate Na2CO3 (Monex)

2.    MULTI PURPOSE

Media pemadam jenis ini hanya efektif untuk memadamkan kebakaran klas A, B dan C

# Mono ammonium phosphate (NH4) H2PO4 (MAP)

# Kalium sulfat K2 (SO4)

  • DRY POWDER

Media pemadam jenis ini hanya efektif untuk memadamkan kebakaran Klas D (kebakaran logam)

# Campuran dari : KCl, BaCl2, MgCl2, NaCl dan CaCl2 (Foundary Flux)

# Bubuk grafita + Thermo plastic (Lith-L-X Powder).

Melakukan pemadaman kebakaran pada dasarnya mengendalikan salah satu sisi dari bidang empat api, yaitu:

  • Mengambil bahan bakar yang terbakar
  • Membatasi kontak antara oksigen dengan bahan bakar
  • Mendinginkan bahan bakar
  • Memutus rantai reaksi pembakaran

STARVATION (REMOVE OF FUEL)

Teknik pemadaman ini dilakukan dengan cara mengambil/mengurangi bahan bakar yang terbakar sampai dibawah batas bila terbakar.

SMOTHERING (EXCLUTION OF OXYGEN)

Teknik pemadaman ini dilakukan dengan cara membatasi antara bahan bakar yang terbakar dengan oksigen dari udara.

COOLING (RREDUCTION OF TEMPERATURE)

Teknik pemadaman ini dilakukan dengan cara menurunkan temperature dari bahan bakar yang terbakar.

BREAK CHAIN REACTION (INHIBITION OF CHAIN REACTION)

Teknik pemadaman ini dilakukan dengan cara memutus rantai reaksi pembakaran.

^ Fisis (Mekanik)

^ Chemis (Kimia)

TAKTIK & STRATEGI PEMADAM KEBAKARAN

STRATEGI: merupakan tindakan perencanaan untuk sesuatu (dalam hal ini adalah kebakaran)

TAKTIK: merupakan suatu cara, prosedur yang spesifik yang dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran untuk mencapai tujuan pemadaman kebakaran.

HUBUNGAN ANTARA TAKTIK & STRATEGI PEMADAM KEBAKARAN

Hubungan antara taktik dan strategi pemadaman kebakaran adalah Size Up.

Tindakan-tindakan yang berhubungan dengan Size Up adalah:

  • Mengenal Fakta

Seorang petugas pemadam kebakaran harus mengetahui dengan jelas kapan terjadinya keadaan emergency, karena ini berkaitan dengan strategi yang harus diambil.

  • Letak Emergency

Seorang petugas pemadam kebakaran harus jelas dapat menentukan secara tepat dimana lokasi kebakaran.

  • Bentuk Emergency

Petugas pemadam kebakaran, harus mengenal apakah keadaan emergency yang timbul itu disebabkan oleh kelalaian atau kesengajaan. Hal ini perlu ketegasan mengenai jenis emergency.

  • Penghuni

Bagaimana sifat yang terbakar? Apakah merupakan perumahan, perkantoran, restoran, dan apakah dihuni selama 24 jam, termask juga bagaimana kesigapan daripenghuni tersebut.

  • Pengaruh Exposure to Fire

Dalam hal ini kita harus menentukan bahaya yang mungkin dapat timbul karena adanya pemaparan panas atau gas-gas darihaasil kebakaran, dan dengan ini maka dapat segera diambil tindakan pengamanannya.

  • Bentuk Bangunan Yang Terbakar

Apakah bangunan yang terbakar merupakan bangunan beton bertingkat, tradisional atau semi beton/kayu.

  • Tempat api

Tempat api atau pusat api, adalah hal yang juga harus diperhatikan. Disini yang dimaksud dengan tempat api / pusat api adalah dimana api itu menyala, apakah dibagian dalam bangunan atau di bagian luar dari bangunan yang terbakar.

  • Keadaan cuaca

Petugas pemadam kebakaran setelah melihat/menemukan fakta-fakta yang ada kemudian juga harus mempunyai kemampuan untuk menilai atau memperkirakan kemungkinan-kemungkinan lain yang dapat timbul sehubungan dengan fakta yang ada.

Leave a comment

Filed under Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s