Sindroma Nyeri Campuran (MIXED PAIN SYNDROME)

Nyeri sebagai tanda vital ke 5 memiliki dampak fisiologik dan psikologik serta mempengaruhi kualitas hidup seseorang yang mengalami nyeri terutama nyeri kronik.

Seringkali adanya nyeri membuat penanganan pasien menjadi lebih kompleks. Penanganan nyeri juga cukup rumit, hal ini terutama disebabkan oleh rumitnya mekanisme nyeri. Namun demikian nyeri tidak mendapat penanganan yang holistic, terutama nyeri akut baik mencakup nyeri pasca bedah atau di bidang gigi-mulut serta pada kasus geriatri.

Kurangnya akses terhadap protokol pengobatan yang praktis dan kegagalan dalam melakukan kajian serta dokumentasi nyeri secara rutin merupakan permasalahan yang sering ditemui para klinisi dalam menangani nyeri.

Definisi dan Terminologi Nyeri

Merupakan pengalaman sensoris dan emosional yang tidak menyenangkan terkait dengan jejas jaringan yang nyata atau potensial atau yang dapat digambarkan sebagai suatu kerusakan jaringan.

Nyeri terkait dengan pengalaman seseorang baik secara emosional maupun fisikal yang merupakan jawaban atas jejas jaringan.

Batasan dari IASP tersebut diatas memang tidak menggambarkan dimensi lain dari nyeri atau patobiologi lainnya seperti nyeri fantom dan sebagainya.

UNGKAPAN NYERI

Aching = nyeri                                         Throbbing = nyeri seperti tercekik

Nagging = perih                                      Stabbing = tertusuk / tikam

Gnawing = nyeri seperti digigit       Unbearable = tidak tertahankan

Tender = Nyeri tekan                            Burning = rasa terbakar

Squeezing = seperti diremas              Numb = baal

Shooting = rasa menyentak               Pressure = seperti ditekan

Dull = Nyeri tumpul                              Sharp = Nyeri tajam

Penetrating = seperti ditembus        Crampy = Nyeri kram

Exhausting = Nyeri melelahkan        Miserable = menyusahkan

Radiating = Menjalar                              Deep = Nyeri Dalam

Nyeri tidak mudah untuk diungkapkan karena banyak faktor yang mempengaruhinya antara lain pengalaman sebelumnya, tingkat pendidikan maupun pengaruh kultur setempat.

Ungkapan nyeri seringkali memberikan petanda akan jenis nyeri yang dialami seseorang, contohnya adalah nyeri seperti terbakar atau terkena sengatan listrik yang memberikan gambaran suatu nyeri neuropatik.

 

TERMINOLOGI SEPUTAR NYERI

Allodynia

Nyeri yang disebabkan oleh stimulus secara normal tidak menimbulkan nyeri, mis: tiupan angin

Causalgia

Sindroma yang timbul pada lesi saraf pasca trauma yang ditandai nyeri seperti terbakar, alodinia, hiperpatia yang menetap, seringkali bercampur dengan disfungsi vasomotor serta sudomotor dan kemudian diikuti oleh gangguan trofik.

Neuritis

Inflamasi pada saraf

Nyeri Neurogenik

Nyeri yang didahului atau disebabkan oleh lesi, disfungsi atau gangguan sementara primer pada SSP atau SST

Hyperalgesia

Respon yang berlebihan terhadap stimulus yang secara normal menimbulkan nyeri

Hyperpathia

Sindroma dengan nyeri bercirikan reaksi nyeri abnormal terhadap stimulus, khususnya stimulus berulang, seperti peninggian batas ambang.

Hypoalgesia

Berkurangnya respon nyeri terhadap stimulus yang dalam keadaan normal menimbulkan nyeri.

Nyeri Neuropathic

Nyeri yang didahului atau disebabkan oleh lesi atau disfungsi primer system saraf

Central pain

Nyeri yang didahului atau disebabkan oleh lesi atau disfungsi primer pada system saraf pusat

Dysesthesia

Sensasi abnormal, yang tidak menyenangkan baik spontan ataupun dengan pencetus

Hyperesthesia

Meningkatnya sensitifitas terhadap stimulus, tidak termasuk di dalamnya sensasi khusus

Parathesia

Sensasi abnormal, yang tidak menyenangkan baik spontan ataupun dengan pencetus

Neuralgia

Nyeri pada daerah distribusi syaraf

Analgesia

Hilangnya respon nyeri terhadap stimulus yang dalam keadaan normal menimbulkan nyeri

Anesthesia dolorosa

Nyeri pada area atau region yang semestinya bersifat anestetik

 

KLASIFIKASI NYERI  

Nyeri Nosiseptif: nyeri yang timbul sebagai akibat perangsangan pada nosiseptor (serabut a delta dan serabut C) oleh rangsangan mekanik, termal atau chemical.

Nyeri somatik : nyeri yang timbul pada organ non visceral, misalnya pasca bedah, nyeri metastatik, nyeri tulang dan nyeri artritik

Nyeri visceral : Nyeri yang berasal dari organ visceral, biasanya akibat distensi organ yang berongga, misalnya usus, kandung empedu, pancreas, jantung. Nyeri visceral sering diikuti nyeri alih dan sensasi otonom, seperti mual dan muntah.

Nyeri non-nosiseptif dibedakan 2 yaitu nyeri neuropatik dan nyeri fungsional

             Nyeri neuropatik: nyeri yang berawal atau disebabkan oleh lesi primer atau disfungsi disistem saraf, timbul akibat iritasi atau trauma pada saraf. Nyeri seringkali persisten, walaupun penyebabnya sudah tidak ada. Biasanya pasien merasakan rasa seperti terbakar, seperti tersengat listrik atau alodinia dan disestesia

           Nyeri psikogenik: nyeri yang tidak memenuhikriteria untuk depresi atau kelainan psikosomatik.

KLASIFIKASI NYERI I: BERDASARKAN AWITAN

Berdasarkan awitan (onset), maka nyeri dapat dikelompokkan dalam:

–          Nyeri akut

–          Nyeri kronik

–    Breakthrough pain (peningkatan intensitas nyeri pada kondisi nyeri kronik)

Secara traditional, perbedaan antara nyeri akut dan kronik didasarkan pada perbatasan waktu yang sifatnya arbitrer, dua batas waktu yang paling sering digunakan adalah 3 bulan dan 6 bulan setelah awitan nyeri, meskipun beberapa peneliti telah menempatkan transisi antara nyeri akut dan kronik pada 12 bulan. Sumber lain mengaplikasikan nyeri akut sebagai nyeri yang bertahan kurang dari 30 hari, sedangkan nyeri kronik lebih dari 6 bulan sedangkan antara 1 sampai 6 bulan dinamakan nyeri subakut.

KARAKTERISTIK NYERI

–          Karakteristik nyeri akut: tiba tiba, tajam, local, terus menerus, dan biasanya sembuh sendiri

–          Karakteristik nyeri kronik:  difus, sulit diungkapkan pasien, intensitas bervariasi, dan dapat berhubungan dengan masalah sosial psikologik

–          Karakteristik nyeri neuropatik perifer: spontan, disebabkan kerusakan saraf perifer, rasa terbakar, gatal  dan beku.

Nyeri akut terjadi tiba-tiba, nyeri tajam, local, dan terus menerus. Biasanya dapat sembuh sendiri. Dapat terkait dengan perubahan fisiologik, misalnya berkeringat, ↑denyut nadi, ↑tekanan darah, ↑denyut jantung.

Sedangkan pada nyeri kronik akan terasa mengerogoti, nyeri, difus (nyeri merata). Tidak dapat diungkapkan pasien kapan munculnya nyeri dan kapan hilangnya. Bervariasi dalam hal intensitas, dapat menghilang secara cepat. Dapat berhubungan dengan masalah sosial dan psikologik. Dapat pula diselingi dengan nyeri akut.

Nyeri neuropatik perifer sering digambarkan sebagai sensasi terbakar, menggelitik, tersengat listrik, tertusuk jarum atau pisau. Bahkan sensasi gatal merupakan bagian dari nyeri ini.

DAMPAK  FISIOLOGIK  NYERI

Nyeri memiliki dampak yang sangat luas mencakup aspek fisik dan fisiologi organ serta psikologik hingga system imun. Terdapat dampak yang berpengaruh pada system metabolik, endokrin atau respon umum yang cepat terlihat dan terdapat pula dampak yang menyertai kemudian.

      +   Respon Stress Umum

  # Pada system Endokrin/Metabolik, akan terjadi:  ↑ACTH, kortisol, katekolamin, interleukin-1  ; ↓insulin

       # Air/elektrolit:  H2O, Retensi Na

            Rangsangan nyeri akan menimbulkan respon simpatomimetik pada system endokrin metabolik. Aktivasi system simpatik ini akanmeningkatkan hormone-hormon yang meningkatkan kesiapan tubuh untuk melawan, seperti  hormone ACTH, katekolamin, dan sebagainya. Hormone-hormon ini bersifat katabolic, sehingga dalam waktu panjang tubuh penderita nyeri akan mengalami berbagai efek dari katabolisme berlebihan seperti mengecilnya masa otot  dan malnutrisi. Hormone anabolik akan tertekan. Insulin sebagai hormone anabolik utama mengalami penekanan yang berdampak signifikan. Retensi cairan dan natrium sebagai akibat dari peningkatan sekresi ACTH dan kortisol juga akan terjadi.

+  Efek pada Sistem Respiratorius

 Nyeri akan membuat pasien mengalami gerakan pernapasan terbatas, terutama bila nyeri tersebut terdapat pada daerah dada pasien seperti pada trauma, pleuritis dan juga infark miokard akut. Keterbatasan gerakan dinding dada akan menyebabkan organ tersebut rentan mengalami atelektasi yang pada akhirnya akan menyebabkan inekualitas perfusi dan ventilasi (ventilation perfusion mismatch / VQ mismatch). Pasien dengan nyeri juga cenderung mengalami imobilisasi oleh karena ketakutan atau ketidakmampuan bergerak, sehingga akan menyebabkan stasis cairan paru dan kemudian menyebabkan pneumonia hipostatik.

+  Efek pada Sistem Kardiovaskular

Nyeri akan meningkatkan tonus sistem simpatik yang kemudian akan menyebabkan kerja jantung meningkat, direfleksikan darimpeningkatan denyut jantung, tahanan vascular perifer, tekanan darah dan keluaran jantung.

Peningkatan kerja jantung ini akan mengakibatkan kebutuhan oksigen jantung meningkat, pada keadaan-keadaan di mana terdapat suplai oksigen yang tetap atau terbatas, seperti pada penyakit jantung koroner, pneumonia atau sepsis, hal ini akan mengakibatkan pneumonia.

Peningkatan tonus simpatik juga akan mengakibatkan terjadinya suatu lingkaran setan pada sistem koroner, dimana vasokonstriksi koroner yang ditimbulkan nyeri akan menyebabkan terjadinya iskemia dan angina. Angina akan membuat pasien semakin cemas dan panik sehingga semakin memperberat vasokonstriksi arteri koroner yang pada akhirnya akan membuat iskemia semakin berat.

+  Efek pada Sistem Gastrointestinal dan Urinarius

Nyeri pada system gastrointestinal, disebabkan oleh overaktivasi simpatik, akan meningkatkan sekresi interstinal dan tonus sfingter otot polos namun menurunkan motilitas intestinal, sehingga akan terjadi gejala-gejala seperti kembung, meteorismus sampai pada ileus paralitik. Sedangkan pada system urinarius, nyeri akan menyebabkan retensi urine sebagai akibat dari peningkatan tonus sfingter urine.

+  Efek pada Sistem Muskuloskeletal

Nyeri akan menyebabkan spasme otot dan juga peningkatan sensitivitas nosiseptor perifer, kedua hal ini akan meningkatkan tonus simpatik, sehingga bila terjadi overaktivitas simpatik keadaan ini akan menjadi suatu lingkaran setan yang saling memperkuat satu sama lain. Tonus otot dan peningkatan sensitivitas akan memperberat nyeri dan juga sebaliknya nyeri akan semakin meningkatkan overaktivitas simpatik.

+  Efek pada Sistem Sinyal Nyeri

Peningkatan nosisepti perifer sebagai akibat dari perangsangan nyeri, pada keadaan tertentu akan menyebabkan terjadinya pemanjangan respons nyeri. Pemanjangan respon nyeri pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya nyeri kronik dan juga kerusakan pada system konduksi nyeri medulla spinalis. Selain itu peningkatan eksitabilitas neuron juga dapat menyebabkan peningkatan respon nyeri yang kemudian dapat menyebabkan terjadinya hiperalgesia dan juga alodinia.

+  Efek psikologik

Nyeri, sejak lama diketahui mempunyai hubungan yang erat dengan system psikologi manusia, hal ini salah satunya ditunjukkan dengan adanya ambang batas nyeri yang berbeda-beda pada setiap orang.

Nyeri yang timbul akan menyebabkan perangsangan pada system limbik dan menghasilkan kecemasan, kecemasan yang berkepanjangan akan menyebabkan depresi yang pada akhirnya menyebabkan pasien kekurangan tidur. Tidur merupakan salah satu mekanisme terbaik yang dapat dilakukan oleh otak untuk menurunkan ambang batas nyeri, pada pasien-pasien yang kekurangan tidur akan menyebabkan penurunan ambang nyeri sehingga membuat pasien semakin nyeri dan cemas, sehingga memperberat nyeri yang terjadi dan menjadi lingkaran setan yang tidak putus-putus.

1 Comment

Filed under Ilmu saraf

One response to “Sindroma Nyeri Campuran (MIXED PAIN SYNDROME)

  1. Reblogged this on bundanaole and commented:
    catet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s