Mola Hidatidosa / Hamil Anggur

Mola Hidatidosa merupakan bagian dari penyakit tropoblas dan dimasukan dalam Gestasional Trophoblastic Disease. Sel trofoblas hanya ditemukan pada wanita hamil, apabila ditemukan pada wanita tidak hamil pada teratoma ovarium disebut Non Gestasional Trophoblastic Disease. Pada umumnya kehamilan diharapkan berakhir dengan sempurna tetapi sering kali terjadi kegagalan, maka dapat kita simpulkan bahwa penyakit trofoblas dimana Mola Hidatidosa termasuk di dalamnya pada hakekatnya adalah kegagalan konsepsi kehamilan.

Mola Hidatidosa  yang dikenal awam sebagai hamil anggur, mempunyai frekuensi insiden yang cukup tinggi. Frekuensi insiden di Asia menunjukan lebih tinggi daripada di negara barat. Di Indonesia 1:51 sampai 1:141 kehamilan, di Jepang 1: 500 kehamilan, di USA 1:1450 sementara itu di Inggris 1:1500. Secara umum sebagian besar negara di dunia  1: 1000 kehamilan. Hal ini mungkin dikarenakan sebagian besar negara Asia mempunyai jumlah penduduk yang masih di bawah garis kemiskinan ( status sosio ekonomi yang rendah ) yang menyebabkan tingkat gizi yang rendah khususnya defisiensi protein, asam folat dan karoten. Menurut penelitian umur memegang peranan, umur di bawah 20 tahun dan diatas 40 tahun mempunyai resiko lebih tinggi menderita kehamilan mola ini.

Mola yang termasuk jinak dapat berubah menjadi tumor trofoblas yang ganas. Mola  ini kadang masih mengandung vilus di samping trofoblas yang berproliferasi dan dapat mengadakan invasi yang umumnya bersifat lokal dan dinamakan mola destruens ( jenis vilosum ) selain itu, terdapat pula tumor trofoblas tanpa stroma yang umumnya tidak hanya berinvasi pada uterus saja tapi dapat menyebar ke organ lain dinamakan koriokarsinoma. Hal ini akan dijelaskan lebih lanjut.

Untuk mengetahui adanya mola hidatidosa harus dideteksi secara dini, perdarahan yang disertai dengan gelembung-gelembung, hiperemesis gravidarum atau pre-eklamsia –eklamsia sebelum 24 minggu, pemeriksaan penunjang USG dan kadar kuantitatif menentukan diagnosis lebih cepat dan prognosis yang lebih baik.

A. Definisi

  Mola berasal dari bahasa latin yang berarti massa dan hidatidosa berasal dari kata Hydats  yang berarti  tetesan air.

Mola hidatidosa adalah kehamilan yang berkembang tidak wajar ( konsepsi yang patologis) dimana tidak ditemukan  janin dan hampir seluruh vili korialis mengalalami perubahan hidropik. Dalam hal demikian disebut Mola Hidatidosa  atau  Complete mole sedangkan bila disertai janin atau bagian janin disebut sebagai Mola Parsialis atau Partial mole. 

To continued klik here

Advertisements

11 Comments

Filed under Obstetri Ginekologi

11 responses to “Mola Hidatidosa / Hamil Anggur

  1. Pak, klo penyakit mola sudah di kiret tu bs kambuh lg?

    Cz ada Dr yg blg kiretx kurg bersih. Mohon saranx. Tnks

    • siscalioe

      Penyakit mola hidatidosa atau hamil anggur sebenarnya tumor jinak, namun bisa juga menjadi ganas.
      Setelah kuret itu bisa kambuh lagi sehingga perlu dilakukan pemeriksaan lagi, untuk mendeteksi apakah sel” mola masih ada yang aktif.

  2. Herman

    Istri saya di vonis hami anggur, setelah itu besoknya istri saya pendarahan hebat, kemudian di putuskan kuret setelah mendapat 2 kantung transfusi darah. Dan 2 kantung saat oprasi kuret. Setelah di operasi badan istri saya jadi bengkak di kaki dan tangan, pernapasan cepat dan pendek, dada dekat jantung terasa sakit. Kira2 jenis mola apa yg di derita istri saya.

    Nt. Menunggu kuret ke dua.(seminggu)

    • siscalioe

      Perdarahan vaginal merupakan gejala yang mencolok dan dapat bervariasi mulai spotting sampai perdarahan yang banyak. Biasanya terjadi pada trisemester pertama dan merupakan gejala yang paling banyak muncul pada lebih dari 90% pasien mola. Tiga perempat pasien mengalami gejala ini sebelum usia kehamilan 3 bulan. Hanya sepertiga pasien yang mengalami perdarahan hebat. Sebagai akibat dari perdarahan tersebut, gejala anemia agak sering dijumpai lebih jauh. Kadang-kadang terdapat perdarahan tersembunyi yang cukup banyak di dalam uterus. Pembesaran uterus yang tumbuh sering lebih besar dan lebih cepat daripada kehamilan normal, hal ini ditemukan pada setengah kasus pasien mola.

      Untuk menentukan jenis mola yang diderita istri Bapak, harus dilakukan berbagai pemeriksaan misalnya USG, pemeriksaan Lab,klinis dan perlu dilakukan follow up/kontrol kembali ke dokter spesialis kandungan, terlebih jika merencanakan kehamilan berikutnya.

      Salam saya,
      dr sisca

  3. callmeanny

    Dok, Mei 2014 kmrn sy baru kuret mola. Puji Tuhan dalam 2x masa haid, kadar b-hcg sy turun cukup signifikan. Akhirnya spog sy bilang kalau Sept 2014 sudah bs promil lagi. Tp, rencana sy bukan rencana Tuhan, skrg sy lg hamil kurleb 7w. Minggu lalu saat usia kandunga 6w baru keliatan kantong janinnya saja. Dan spog nya bilanv bulan dpn dtg lg buat cek. Jujur, sy agak khawatir takut mola itu muncul lagi.

    Tolong pencerahannya Dok,
    Salam,
    Anny

    • siscalioe

      Selamat Bu Anny atas kehamilan nya.
      Penderita yang sempat mengalami mola sebenarnya tidak menutup kemungkinan untuk hamil kembali, hingga melahirkan bayi yang sehat, namun perlu dalam pengawasan dokter spesialis.

      Dari Jurnal penelitian yang saya baca, 51% wanita hamil post curetase mola melahirkan bayi hidup (sehat, tanpa ada kecacatan).
      85% melahirkan bayi cukup bulan, dan 15% bayi premature. 19% dilahirkan dengan sectio Caesar, 2% mengalami mola hydatidosa berulang, dan 30% mengalami aborsi terapetik.

      Agar mencegah timbulnya mola kembali saya sarankan melakukan gaya hidup sehat, perbanyak konsumsi vitamin (vitamin A dipercaya dapat mencegah timbulnya mola) dan hindari paparan rokok.

  4. Eka

    wah lengkap sekali. mohon penjelasan untuk ovum patologik,apakah sel telur yang sudah selayaknya dikeluarkan via menstruasi namun dibuahi sperma? untuk mantan pasien mola,apakah erlu screening malnutrisi utk mencegah mola berulang? Terima Kasih

    • siscalioe

      Hi Eka,

      Penyebab dari mola belum sepenuhnya diketahui dengan pasti tetapi ada beberapa dugaan yang bisa menyebabkan terjadinya mola, salah satunya ovum patologik yang dikeluarkan saat ovulasi namun terlanjur dibuahi oleh sperma.

      Untuk mencegah mola berulang salah satu caranya adalah konsumsi makanan yang sehat, tinggi protein, vitamin (rekomendasi vitamin A), asam folat dan lemak.

      Terima kasih.

  5. apakah pada kasus mola hidatidosa pasien boleh di VT?

  6. apakah mola harus di kuret 2 kali? kok dokter saya bilang cukup satu saja karena jaringannya kecil

  7. Khe

    Mohon infonya, kronoligisnya:
    16 Agustus 2016 – abortus spontan
    Dapat obat peluruh/pembersih rahim dari dokter kandungan, pendarahan selama 2 minggu setelah itu dinyatakan bersih oleh dokter kandungan (USG transvaginal)
    17 September 2016 – Haid pertama setelah keguguran (selama 1 minggu)
    1 October 2016 – feeling bad, coba test pack ternyata masih positive, test lab darah bhcg 373.4
    Apakah ini ciri-ciri PTG? Mohon infonya, trimakasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s