Gangguan akibat kekurangan Yodium

 Defisiensi yodium merupakan masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia karena sejumlah besar masyarakat di dunia hidup di daerah yang tanahnya kekurangan yodium. Hilangnya yodium dari tanah terjadi selama berabad-abad akibat erosi oleh salju, air dan hujan deras. Defisiensi yodium biasanya terdapat di daerah pengunungan, baik di Eropa, Asia, Amerika, maupun Afrika. Meskipun demikian, banyak juga daerah lembah lembah sungai yang juga mengalami defisiensi yodium, seperti daerah lembah sungai Gangga di India, Irawadi di Burma, dan Songkala di Cina Utara.

Defisiensi yodium dalam tanah mengakibatkan defisiensi yodium pada produk tanaman yang tumbuh di tanah tersebut. Begitu pula pada kondisi air tanah di daerah setempat. Akibatnya, populasi yang hidup di daerah tersebut dan yang hanya bergantung pada hasil pertanian setempat akan terjebak dalam keadaan defisiensi yodium.

Akibat terpuruk defisiensi yodium adalah kerusakan otak dan retardasi mental yang ireversibel. Masyarakat yang hidup di daerah dengan kekurangan yodium berat dapat memiliki Intelligent Quotient (IQ) sampai 13.5 poin lebih rendah dibandingkan dengan populasi setara yang tidak mengalami kekurangan yodium. Defisiensi mental ini secara langsung berakibat buruk pada kemampuan belajar, kesehatan reproduksi, kualitas hidup masyarakat dan produktivitas ekonomi.

Di lain pihak, defisiensi yodium merupakan gangguan kesehatan yang paling mudah dan  murah pencegahannya. Pada defisiensi yodium hanya perlu dilakukan penambahan sejumlah kecil yodium tetapi konstan pada garam yang dikonsumsi setiap harinya. Eliminasi GAKI merupakan isu penting dan harus menjadi prioritas pemerintah dan badan badan Internasional.

Pengaruh defisiensi yodium pada janin

Defisiensi yodium selama kehamilan mengakibatkan gangguan sintesis hormone tiroid, baik oleh ibu maupun janin. Janin mulai dapat memproduksi hormone tiroid pada usia gestasi 24 minggu. Sebelum usia gestasi tesebut, kebutuhan hormone tiroid janin dipenuhi oleh ibu. Setelah itu, transfer maternal tetap terjadi meskipun presentasinya berkurang. Defisiensi hormone tiroid pada otak yang sedang berkembang mengakibatkan retardasi mental.

Perkembangan otak mengalami dua masa pertumbuhan maksimal. Periode yang pertama terjadi pada trimester 1 dan 2, yaitu antara masa bulan ke 3 dan ke 5 gestasi. Pada masa ini terjadi multiplikasi, migrasi, dan organisasi neuron. Periode kedua terjadi pada trimester ketiga sampai tahun kedua atau ketiga pasca natal. Pada masa ini terjadi multiplikasi dan migrasi glia serta mielinisasi. Fase pertama terjadi sebelum kelenjar tiroid janin berfungsi penuh, sehingga pada fase tersebut kadar hormone tiroida pada janin sepenuhnya ditentukan oleh masukan dari ibu. Pada fase kedua, pasokan hormone tiroid terutama berasal dari kelenjar tiroid janin.

Pengaruh defisiensi yodium pada bayi dan neonatus

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa defisiensi yodium mengakibatkan peningkatan kematian perinatal, kejadian bayi dengan berat lahir rendah, dan kelainan kongenital. Defisiensi yodium juga meningkatkan kematian bayi secara umum. Mengingat bahwa otak bayi baru lahir mencapai sekitar sepertiga kapasitas dewasa, maka defisiensi yodium pada saat ini juga akan sangat mempengaruhi perkembangan otak.

Untuk lebih lengkapnya klik here

Advertisements

Leave a comment

Filed under Ilmu Kesehatan Anak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s