Gagal Tumbuh (Failure to Thrive)

Pertumbuhan merupakan salah satu ciri khas pada masa anak. Mengenal masalah pertumbuhan pada baypi dan anak merupakan tantangan bagi semua dokter, terutama dokter anak. Gagal tumbuh merupakan suatu kondisi dengan etiologi yang bervariasi dan berhubungan dengan komplikasi di kemudian hari, oleh karenanya setiap dokter harus dapat mengenal dan menangani gagal tumbuh secara tepat untuk menurunkan resiko atau komplikasi jangka panjang.

Sampai saat ini, gagal tumbuh masih sering ditemukan pada anak, namun belum ada satu kriteria antropometrik yang spesifik untuk mendefinisikan gagal tumbuh. Adanya gagal tumbuh merupakan pertanda bahwa anak tidak tumbuh dengan baik. Gagal tumbuh bukanlah suatu penyakit tertentu tetapi dapat merupakan bagian dari suatu enyakit tertentu sehingga perlu dicari penyebab gagal tumbuh, baik yang terkait dengan masalah medis, psikososial, maupun lingkungan. Penyebab gagal tumbuh dibagi atas sebab organik dan non organik. Gagal tumbuh non organik didefinisikan sebagai gagal tumbuh bukan akibat disebabkan oleh masalah medis, sedangkan gagal umbuh organik didefinisikan sebagai gagalnya pertumbuhan akibat suatu penyakit spesifik.

Prevalens gagal tumbuh berkisar antara 1.3-20.9%, tergantung definisi dan kondisi demografis populasi sampel. Delapan puluh persen anak dengan gagal tumbuh berusia kurang dari 18 bulan. Prevalens gagal tumbuh yang harus dirawat di rumah sakit mencapai 1-5% kasus.

Gagal tumbuh paling sering didiagnosis 18 bulan pertama kehidupan karena penambahan berat badan maupun panjang yang tidak sesuai dengan potensi genetiknya. Pada 18 bulan pertama kehidupan, tinggi badan anak masih boleh memotong garis persentil untuk mencari potensi genetiknya, atau yang lebih sering disebut dengan kanalisasi. Jika terdapat pergerseran persentil yang tidak sesuai dengan faktor potensi genetiknya atau menetap setelah usia 18 bulan, maka perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya.

PERTUMBUHAN NORMAL

Untuk mengetahui pertumbuhan yang abnormal dibutuhkan pemahaman tentang pertumbuhan normal anak. Fase pertumbuhan tercepat terjadi pada masa intrauterin. Berat badan bayi cukup bulan rata rata 3.3 kg, sedangkan panjang lahir rata-rata 50 cm. Pada beberapa hari pertama, berat badan lahir akan turun 10% disebabkan karena kehilangan cairan, namun kembali meningkat dalam dua minggu setelah lahir.

Pertumbuhan linear anak pasca natal dibagi dalam 3 fase yaitu:

– Bayi

Pada fase ini terjadi pertumbuhan linear yang cepat panjang badan, berat badan, dan lingkar kepala. Pada fase ini terjadi deselerasi pertumbuhan. Rerata pertambahan panjang badan adalah 25 cm pada tahun pertama, 12 cm pada tahun kedua dan 8 cm selama tahun ketiga. Antara tahun kedua dan ketiga panjang badan anak telah mencapai 50% tinggi badan akhir. Berat badan pada 3 bulan pertama bertambah sebesar 1kg/bulan, pada usia 3-6 bulan sebesar 0.5 kg/bulan, pada usia 6-9 bulan sebesar 0.33 kg/bulan dan pada usia 9-12 bulan sebesar 0.25kg/bulan. Saat usia 5 bulan, berat badan bayi  bertambah dua kali lipat dari berat lahir, menjadi tiga kali lipat pada usia 1 tahun, dan empat kali pada usia 2 tahun. Pada fase ini, lingkar kepala mengalami pertambahan yang paling cepat yaitu bertambah rerata 12 cm selama tahun pertama kehidupan dan 5 cm selama tahun kedua kehidupan sehingga pada  akhir tahun kedua ukuran lingkar kepala anak telah mencapai 80%  ukuran lingkar kepala orang dewasa.

–  Anak

Pada fase ini, pertumbuhan linear relative konstan sebesar 5-7cm per tahun sampai menjelang usia pubertas. Pada akhir fase ini, tinggi badan anak telah mencapai 85% tinggi akhir. Berat badan pada fase ini bertambah 2.3 sampai 2.5 kg per tahun.

–  Pubertas

Pada fase ini terjadi growth spurt yang ditandai dengan adanya akselerasi dan deselerasi pertumbuhan. Setelah puncak percepatan tumbuh maka akan terjadi perlambatan dan akhirnya terjadi henti tumbuh. Kecepatan tumbuh pada anak perempuan dapat mencapai 8.5 cm/tahun sedangkan pada anak lelaki 9.5 cm/tahun. Selama fase pubertas, tinggi badan anak perempuan dapat bertambah sebanyak 22 cm, sedangkan anak lelaki sebanyak  25 cm.

Pemantauan pertumbuhan bayi premature harus menggunakan usia koreksi. Catch up lingkar kepala tercapai pada usia 18 bulan, berat badan pada usia 24 bulan, dan tinggi badan pada usia 40 bulan. Setelah batas waktu ini maka tidak perlu diperhitungkan usia koreksi dan pertumbuhan bayi dipantau dengan menggunakan kurva pertumbuhan anak nomal. Pada beberapa bayi dengan berat badan lahir sangat rendah cacth up tidak terjadi sampai awal usia sekolah.

DEFINISI

Gagal tumbuh bukan merupakan suatu diagnosis tersendiri, akan tetapi menggambarkan bahwa seorang anak yang tidak dapat mencapai potensi pertumbuhan sesuai usianya. Meskipun sering ditemukan pada usia di bawah 2 tahun, tetapi gagal tumbuh dapat terjadi kapan saja pada masa anak anak.

to be continued klik here

Advertisements

Leave a comment

Filed under Ilmu Kesehatan Anak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s