Kriptokismus

www.urologyhealth.orgASPEK ANATOMI DAN EMBRIOLOGI TESTIS

Turunnya (desensus) testis ke dalam skrotum merupakan suatu proes kompleks yang melibatkan beberapa factor anatomis maupun hormonal. Proses desensus testis terdiri atas dua tahap. Pada tahap pertama terjadi proses desensus transabdominal, yaitu penurunan tetis dari abdomen ke inguinal. Pada tahap kedua terjadi desensus testis dari region inguinal ke skrotum a.Perkembangan seksual

Traktus urogenitalis berasal dari birai urogenital yang kemudian berproliferasi membentuk birai genital. Dari sinilah kemudian terbentuk gonad primitive. Birai urogenital pada janin laki laki dan perempuan identik sampai usia 7-8 minggu masa gestasi. Diferensiasi seksual dimulai oleh gen SRY pada kromosom Y yang memacu pembentukan testis. Mullerian Inhibiting substance (MIS) juga mempunyai peran dalam diferensiasi gonad. Mullerian Inhibiting substance menyebabkan regresi duktus Mulleri, sedangkan testosterone menyebabkan duktus Wolfii berkembang lebih lanjut menjadi epididimis, vas deferens dan vesikula seminalis

b.Gubernakulum testis

Pembesaran gubernakulum testis pada waktu pergerakan transabdominal dikenal sebagai “swelling reaction” atau “gubernacular outgrowth”. Hal ini disebabkan oleh pembelahan el sera peningkatan asam hialuronat dan glikosaminoglikan. Asam hialuronat bersifat hidrofilik, menyebabkan ujung gubernakulum membesar (bulky) dan bersifat gelatinous, selanjutnya gubernakulum mengecil, mengikat testis dan epididimis bagian kaudal ke skrotum sehingga terjadi proses penurunan. Bagian proksimal gubernakulum akan memendek selama proses desensus ini. Proses ini mungkin merupakan mekanisme yang penting dalam memposisikan testis ke inguinal ring sehingga dengan tekanan intraabdominal akan menekan testis keluar dari abdomen. Proses ini terjadi pada usia gestasi 8-15 minggu.

c.Ligament suspensori kranialis

Pada janin ligament suspensori kranialis mengalami regresi sehingga memungkinkan desensus testis, dan ini merupakan salah satu factor penting dalam desensus testis.

 d.Tekanan intraabdominal

Tekanan intraabdominal merupakan factor penting dalam proses desensus testis dari rongga  abdomen, tekanan intraabdominal ini tidak banyak berperan dalam fase transabdominal tetapi penting untuk testis melewati prosesus vaginalis.

Meskipun masih controversial, proses desensus testis transabdominal berhubungan dengan regresi ligament suspensori kranialis, pembesaran gubernakulum ke arah kaudal serta penarikan gubernakulum ke arah urogenital ridge. Hasil akhir dari proses ini adalah turunnya testis ke inguinal. Desensus testis melalui kanalis inguinalis memerlukan prosesus vaginalis dan tekanan intraabdomen yang akan mendorong testis melalui kanalis inguinalis masuk ke dalam skrotum. Penurunan ingiunoskrotal membutuhkan migrasi gubernakulum bersamaan dengan memanjangnya prosesus vaginalis.

 to be continue klik here

Advertisements

Leave a comment

Filed under Ilmu Bedah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s